Thursday, May 03, 2007
Beberapa tahun yang silam,seorang pemuda terpelajar dari semarang sedang
berpergian naik pesawat ke Jakarta.
Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.

"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight"
ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.

" Wouw..... hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam
sejenak.
pemuda itu merenung.
Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan
pertanyaannya.

" Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua
ya bu??
Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??"

Oh ya tentu " si Ibu bercerita :
"Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat Kerja di
Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang
keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi
Dosen di Semarang.""

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan
sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

" terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, " anak saya yang
pertama menjadi petani di Godean Jogja nak".
Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "
Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya
dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di
pekerjaannya, sedang dia menjadi petani "??
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
" Ooo ...tidak tidak begitu nak....
Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"

Lesson from the story :
Everybody in the world is a important person.
Open your eyes....
your heart....
your mind....
your point of view....
because we can't make summary before read "the book "
completely.

The wise person says...
The more important thing is not WHO YOU ARE But WHAT YOU HAVE BEEN DOING
 
posted by Imelda at 6:02 AM | 2 comments
Wednesday, May 02, 2007
Kisah tentang
seorang gadis kecil cantik memiliki sepasang bola Mata indah Dan hati yang
polos, seorang anak yatim piatu yang hanya sempat hidup di dunia ini
selama delapan tahun.

Satu kata
terakhir yang IA tinggalkan adalah saya pernah datang Dan saya sangat penurut.
Anak ini rela melepaskan pengobatan bagi dirinya padahal sebelumnya dia telah
memiliki Dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan
orang Chinese diseluruh dunia. Dia membagikan Dana tersebut kepada tujuh
anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian.

Begitu lahir
dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.

Dia hanya
memiliki seorang papa yang mengadopsinya yang berumur 30 tahun yang bertempat
tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya
Chun Er Cu. Karena miskin maka selama ini IA tidak menemukan pasangan hidupnya
kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak Ada lagi orang yang
mau dilamar olehnya.

Pada tanggal 30
November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak
kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi
kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat
selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak
kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya
berpikir kalau tidak Ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini
bisa meninggal dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut dengan menghela
nafas Dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya
makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah
kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak
Ada ASI Dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi
tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi
lemah Dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut Dan sangat patuh. Musim
silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh Dan bertambah besar serta memiliki
kepintaran yang luar biasa.

Para tetangga
sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan
mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan Dan kecemasan papanya, Yu
Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang
hidup dalam kesusahan yang luar biasa, mulai dari umur Lima tahun sudah
membantu papanya mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci Baju, memasak nasi Dan
memotong rumput setiap hal dia kerjakan dengan baik. Yu Yuan sadar bahwa dia
berbeda dengan anak-anak lain anak-anak lain memiliki sepasang orang tua,
sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia
Dan papa yang saling menopang oleh karena itu IA harus menjadi seorang anak
yang penurut Dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih Dan marah.

Pada saat dia
masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus Giat belajar Dan
menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya Yang tidak
berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya,
dia sering bernyanyi untuk papanya Dan setiap hal yang lucu yang terjadi
di sekolahnya di ceritakan kepada papanya kadang-kadang dia bisa nakal dengan
mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali
melihat senyuman papanya, dia merasa puas Dan bahagia walaupun tidak seperti
anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia Dengan papa, IA
sudah sangat berbahagia.

Mulai dari
bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan, pada suatu Pagi saat Yu Yuan
sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan
darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa
menghentikan pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas
desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga
mengerluarkan darah Dan tidak mau berhenti dipahanya mulai bermunculan
bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan
ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak
mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri
dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya
bagaikan air yang terus mengalir Dan memerahi lantai beruntung
papanya mendapatkan sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar
dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom kecil tersebut sudah
penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang
melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk Diperiksa Dan dokter
menyatakan bahwa Yu Yuan terkena leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut
sangat Mahal Dan memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai
cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Dalam hati papanya hanya
memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya dengan berbagai cara meminjam
uang kesanak saudara Dan teman ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan
harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang
singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat Mata
papanya yang sedih Dan pipi yang kian Hari kian kurus. Dalam Hati Yu Yuan
merasa sedih. Pada suatu Hari Yu Yuan menarik tangan papanya, Air Mata pun
mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya Ingin
mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu
baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut,
semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit
ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18
juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani
surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun
mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu
juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki
permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju
baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak Ada
, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini".

Hari kedua,
papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu
Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok
yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah.

Begitu
mencoba Yu Yuan tidak rela melepaskannya kemudian mereka bertiga tiba
di sebuah studio foto.

Dengan memakai
baju barunya Yu Yuan berpose secantik mungkin dia berjuang untuk tersenyum
bagaimanapun ia berusaha tersenyum pada akhirnya juga ia tidak dapat
menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan
Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti
selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah
mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan
sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak
yg berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya menyebar
keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak
kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh
dunia mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak
ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi
setiap orang.

Hanya dalam
waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah
mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. titik kehidupan
Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu,
pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh
dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu
Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua
orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang
teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya
mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat
kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan
anakku tercinta."

Pada tanggal 21
Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya
dibawa kembali ke ibu kota . Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah
ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya
menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat
dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak
kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii
Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat
hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak
pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang
belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak
menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu Yuan
yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang
seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak
perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat
dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii
Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan
tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan
sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali.
Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan
kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah
berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan
dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari
tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik
dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek
samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi
dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat
lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20
agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka
mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut.

Wartawan
tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu
Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik
hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik.

Orang baik
harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu Yuan
dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu
Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."

Fu yuan kaget,
sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur
tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur
delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis
tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan,
tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam artikel
itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih Ada sembilan sebutan singkat tante
wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan
meninggal.

Tolong......
......Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada
orang-orang yang selama ini telah memperhatikan- nya lewat surat kabar.
"Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi tolong jaga papa saya
Dan sedikit dari Dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya Dan
katakan ini juga pada pemimpin palang merah setelah saya meninggal, biaya
pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar
mereka lekas sembuh" surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan
tangis yang membasahi kedua belah pipinya.

Saya pernah
datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu
Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu
bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk
bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie
instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan
semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat
dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang
sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin
membantu meringankan pederitaannya tetapi tetap tidak bisa membantunya.

Yu Yuan yang
telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang.
Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang
cantik yang suci bagaikan air, sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She
Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak
yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk
setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu
sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu.
Terbanglah.. ......... ...." demikian kata-kata dari seorang pemuda
tersebut.

Pada tanggal 26
Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka,
banyak orang-orang berdiri Dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka
adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi
Yu Yuan yang menderita karena leukemia Dan melepaskan pengobatan demi orang
lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan
kepergian Yu Yuan.

Didepan
kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu
nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 nov
1996- 22 agust 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat
hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah
menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan
menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan
dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak
penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu
adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang
Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu.
Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24
September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua
Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut
wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda,
terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana . Jangan
risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata
"Aku pernah datang dan aku sangat patuh".

Kesimpulan:

Demikianlah
sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang
bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang
dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya,
akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup
serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh
yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang
bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang
yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi
seorang Pengasih.
 
posted by Imelda at 8:40 AM | 0 comments
A little girl went to her bedroom and pulled a glass jelly

jar from its hiding place in the closet.



She poured the change out on the floor and counted it carefully. Three times, even. The total had to be exactly perfect. No chance here for mistakes.

Carefully placing the coins back in the jar and twisting

on the cap, she slipped out the back door and made her way 6 blocks to Rexall's Drug Store with the big red Indian Chief sign above the door.

She waited patiently for the pharmacist to give her some attention but he was too busy at this moment. Tess twisted her feet to make a scuffing noise. Nothing. She cleared her throat with the most disgusting sound she could muster. No good. Finally she took a quarter from her jar and banged it on the glass counter. That did it!

"And what do you want?" the pharmacist asked in an annoyed tone of voice. I'm talking to my brother from Chicago whom I haven't seen in ages," he said without waiting for a reply to his question.

"Well, I want to talk to you about my brother," Tess answered back in the same annoyed tone. "He's really, really sick... and I want to buy a miracle."

" I beg your pardon?" said the pharmacist.

" His name is Andrew and he has something bad growing inside his head and my Daddy says only a miracle can save him now. So how much does a miracle cost?"



"We don't sell miracles here, little girl. I'm sorry but I can't help you," the pharmacist said, softening a little.

"Listen, I have the money to pay for it. If it isn't enough, I will get the rest. Just tell me how much it costs."

The pharmacist's brother was a well dressed man. He stooped down and asked the little girl, "What kind of a miracle does your brother need?"



" I don't know," Tess replied with her eyes welling up. I just know he's really sick and Mommy says he needs an operation. But my Daddy can't pay for it, so I want to use my money."

" How much do you have?" asked the man from Chicago.

"One dollar and eleven cents," Tess answered barely audibly.

"And it's all the money I have, but I can get some more if I need to."

"Well, what a coincidence, " smiled the man. "A dollar and eleven cents---the exact price of a miracle for little brothers. "

He took her money in one hand and with the other hand he grasped her mitten and said "Take me to where you live. I want to see your brother and meet your parents. Let's see if I have the miracle you need."



That well dressed man was Dr. Carlton Armstrong, a surgeon, specializing in neuro-surgery. The operation was completed fr ee of charge and it wasn't long until Andrew was home again and doing well.

Mom and Dad were happily talking about the chain of events that had led them to this place.

That surgery," her Mom whispered. "was a real miracle. I wonder how much it would have cost?"

Tess smiled. She knew exactly how much a miracle cost...one dollar and eleven cents .... plus the faith of a little child..

In our lives, we never know how many miracles we will need..

A miracle is not the suspension of natural law, but the operation of a higher law.. I know you'll keep the ball moving!
A ball is a circle, no beginning, no end. It keeps us together like our Circle of Friends. But the treasure inside for you to see is the treasure of friendship you've granted to me.
 
posted by Imelda at 8:38 AM | 0 comments
Friday, February 23, 2007
Hanya seekor angsa putih yang berenang di sebuah kolam sendirian. Dia
sendiri bukan karena tidak ada angsa lain di kolam itu, melainkan dia
merasakan satu keindahan dari sendiri itu. Angsa putih tak seistimewa
angsa bermahkota, ataupun angsa yang berbulu emas, namun dia tetap
menyukai dirinya sendiri sebagai "angsa putih". Angsa bermahkota
pernah mencoba bertanya, " Putih...apa kamu tidak kesepian selalu
menyendiri?" , dgn senyum Angsa putih menjawab " tidak, ada banyak yg
bisa dikatakan sepi padaku, hanya dengan sendiri aku bisa mendengarkan
suara-suara bijak lebih jelas, hanya dalam sepi aku bisa lebih jelas
mendengarkan suara-suara merdu yang bisa membuatku ikut bernyanyi".
Angsa berbulu emas juga pernah bertanya " apa kamu bisa menikmati hidup
kamu yang sebentar ini dengan cara begini terus?", Angsa Putih
menjawab dengan yakin " aku bisa menikmati tiap detik waktuku disini,
karena aku melihat semua yang ada disini dari sisi terang". Angsa
bermulu emas mencibir " kamu bohong! " , Angsa Putih menggelengkan
kepalanya " kalau aku tidak bisa menikmati tiap detik waktuku disini,
aku tidak akan bertahan dengan cara seperti ini, aku tidak akan bisa
bicara seperti ini. Aku akan terus berenang mengikuti arus, karena aku
tahu, tidak ada gunanya menentang arus. Tidak akan membawa perubahan." .
Angsa bermahkota menggeleng-gelengka n kepalanya, lalu berkata " Angsa
putih kenapa aku tidak pernah merasakan apa yang kamu rasakan? aku tidak
bisa hidup sepertimu", angsa putih segera menjawabnya " karena kita
memang memiliki jalan yang berbeda, kamu tidak harus seperti aku, dan
aku juga tidak harus seperti kamu. Kamu jadilah diri kamu dengan baik,
begitupun dengan aku". " tapi kenapa Angsa putih? " potong angsa
berbulu emas "bersyukur.. " jawan Angsa Putih, " aku tidak mengerti"
sahut Angsa bermahkota " bersyukur dengan yg terjadi pada diri kita.
Jika badai datang biarlah datang, yang harus kita lakukan hanya
mempersiapkan diri menghadapi badai itu". " BERSYUKUR?" ulang Angsa
bermahkota dan Angsa berbulu emas bersamaan dengan intonasi ditekan.
Angsa Putih mengangguk "bersyukur" ulangnya. Sedikit dari kita yang
belajar "bersyukur" dalam menghadapi kerasnya hidup ini. Aku bukan
Angsa Putih itu, tapi aku menyukai filosofi ihklasnya. Bahagia itu bukan
sesuatu yang mutlak, tapi pilihan. Remember this " You can only the
stars when it is dark enough". SMILE UPON UR FACE EASY UR OWN PAIN.
Original Message From : Hanilla Heilatul
 
posted by Imelda at 5:50 AM | 0 comments
Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir
masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang
telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang
stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan
poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin,
plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan
beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan
mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan,professor
itu berucap : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan
mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah
saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik
bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan
stress yang kalian alami."

"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.
Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus
bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan
sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar
mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang
lain."

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan
pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir
bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang
kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan
yang kita hidupi.

Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk
menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita. "Tuhan memasak dan membuat
kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan
anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup
anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan
keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak
merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan
kesuksesan dlm kehidupan selain dari pekerjaan anda. shared by :
Vincent W
 
posted by Imelda at 5:48 AM | 0 comments
Thursday, February 15, 2007
*Setelah beberapa lagu pujian seperti biasanya pada hari minggu, pembicara
gereja bangkit berdiri dan perlahan-lahan berjalan menuju mimbar untuk
berkhotbah.

"Seorang ayah dan anaknya serta teman anaknya pergi berlayar ke samudra
Pasifik", dia memulai, "ketika dengan cepat badai mendekat dan menghalangi
jalan untuk kembali ke darat. Ombak sangat tinggi, sehingga meskipun sang
ayah seorang pelaut berpengalaman, ia tidak dapat lagi mengendalikan perahu
sehingga mereka bertiga terlempar ke lautan."

Pengkotbah berhenti sejenak, dan memandang mata dua orang remaja yang
mendengarkan cerita tersebut dengan penuh perhatian. Dia melanjutkan,
"dengan menggenggam tali penyelamat, sang ayah harus membuat keputusan yang
sangat sulit dalam hidupnya ... kepada anak yang mana akan dilemparkannya
tali penyelamat itu. Dia hanya punya beberapa detik untuk membuat keputusan.

Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang pengikut Kristus, dan dia juga
tahu bahwa teman anaknya bukan. Pergumulan yang menyertai proses pengambilan
keputusan ini tidaklah dapat dibandingkan dengan gelombang ombak yang ganas.
Ketika sang ayah berteriak, "Aku mengasihi engkau, anakku!" Dia melemparkan
tali itu kepada teman anaknya. Pada waktu dia menarik teman anaknya itu ke
sisi perahu, anaknya telah menghilang hanyut ditelan gelombang dalam
kegelapan malam. Tubuhnya tidak pernah ditemukan lagi."

Ketika itu, dua orang remaja yang duduk di depan, menantikan kata-kata
berikut yang keluar dari mulut sang pembicara. "Sang ayah," si pembicara
melanjutkan, "tahu bahwa anaknya akan masuk dalam kekekalan dan diselamatkan
oleh Yesus, dan dia tidak sanggup membayangkan jika teman anaknya melangkah
dalam kekekalan tanpa Yesus. Karena itu dia mengorbankan anaknya sendiri.
Betapa besar kasih Allah, sehingga Ia melakukan hal yang sama kepada kita."

Sang pembicara kembali ke tempat duduknya sementara keheningan memenuhi
ruangan.

Beberapa saat kemudian, dua orang remaja duduk di sisi pembicara. "Cerita
yang menarik," seorang remaja memulai pembicaraan dengan sopan, "tapi saya
pikir tidaklah realistis bagi sang ayah untuk mengorbankan hidup anaknya
hanya dengan berharap bahwa teman anaknya akan menjadi seorang pengikut
Kristus."

"Benar, engkau benar sekali," jawab pembicara. Sebuah senyum lebar menghiasi
wajahnya dan kemudian di memandang kedua remaja tersebut dan berkata, "Tentu
saja itu tidak realistis bukan? Tapi saya ada di sini untuk memberitahu
kalian bahwa cerita itu membuka mataku tentang apa yang sesungguhnya terjadi
ketika Tuhan memberikan AnakNya untuk saya."

"Engkau tahu ... sayalah teman sang anak itu". *(Anonim)*
*
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
*
**
*Jika seseorang tidak diselamatkan, itu bukan karena ia tidak dapat, tetapi
ia tidak ingin. Satu-satunya rintangan dalam menerima pengampunan dosa
adalah rintangan yang kita buat sendiri. *
 
posted by Imelda at 6:17 AM | 0 comments
Wednesday, January 03, 2007
DELAPAN KEBOHONGAN SEORANG IBU DALAM HIDUPNYA

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat
manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru
sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan
ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat
sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah
di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak
laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya
untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak,
aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari
ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk
petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan
mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku
dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan
bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati
juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak
suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu
pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan
hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan
hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat
ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan
pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah
malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata
:"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang
tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam.
Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan
segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang
dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih
sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera
memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai
ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus
membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah
dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang
semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat
rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga
yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara,
seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras
kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh
cinta" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia
rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota
sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu,
tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim
balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGA N
IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat
sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan
itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk
menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau
merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa"
----------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung,
harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat
ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang
keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum
yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.
Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga
ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil
berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi
seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,
aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup
matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba
dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu
kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk
berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat
ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu
kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar
kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia
sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas
apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah
bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali
lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian
hari.

GbU
With love & peace
Hetty
 
posted by Imelda at 8:08 AM | 0 comments
YESUS vs SANTA CLAUS
>
>
> SANTA CLAUS tinggal di Kutub Utara …
> YESUS ada di mana-mana.
>
> SANTA CLAUS mengendarai kereta luncur …
> YESUS datang di atas awan dan berjalan di atas air.
>
> SANTA CLAUS datang setahun sekali …
> YESUS hadir setiap saat dengan pertolongan- Nya.
>
> SANTA CLAUS memenuhi kaus kakimu dengan kue, coklat dan permen …
> YESUS memenuhi segala kebutuhanmu.
>
> SANTA CLAUS datang lewat cerobong asap tanpa diundang …
> YESUS berdiri di muka pintumu dan mengetuk, kemudian Ia masuk dalam
hatimu
> jika engkau mengundang-Nya masuk.
>
> Kamu harus antri untuk bertemu dengan SANTA CLAUS …
> YESUS hanya sejauh engkau menyebutkan nama-Nya.
>
> SANTA CLAUS mengajakmu duduk di pangkuannya …
> YESUS mengajakmu beristirahat dalam rengkuhan tangan-Nya.
>
> SANTA CLAUS tidak tahu namamu, yang dapat dikatakannya hanyalah "Hai
anak
> kecil, siapa namamu?" …
> YESUS mengenal nama kita sebelum kita ada. Ia bahkan tahu alamat
kita juga.
> Ia tahu masa lalu dan masa depan kita, Ia bahkan tahu berapa jumlah
rambut
> di kepala kita.
>
> SANTA CLAUS punya perut yang gendut seperti tong penuh jelly …
> YESUS punya hati yang penuh dengan cinta.
>
> SANTA CLAUS menawarkan Ho.. Ho.. Ho..
> YESUS menawarkan kesehatan, pertolongan dan harapan.
>
> SANTA CLAUS berkata "Janganlah kamu menangis" …
> YESUS berkata "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Ku, sebab Aku yang
> memelihara kamu."
>
> SANTA CLAUS membuat aneka mainan …
> YESUS menciptakan hidup baru, menyembuhkan hati yang luka, memperbaiki
> hubungan yang berantakan dan menyediakan tempat tinggal bagi kita.
>
> SANTA CLAUS adalah "Pak Tua yang Riang Gembira"
> YESUS adalah "Raja Segala Raja".
>
> SANTA CLAUS membuatmu tertawa terkekeh …
> YESUS memberimu sukacita yang menjadi kekuatanmu.
>
> SANTA CLAUS meletakkan hadiahnya di bawah pohon …
> YESUS adalah hadiah bagi kita dan wafat di pohon salib.
>
> Nyata sekali, tidak ada perbandingan yang sepadan.
> Kita perlu ingat tentang SIAPA perayaan Natal itu sesungguhnya.
>
> YESUS adalah alasan utama kita merayakan Natal .
>
> I still love Santa...Coz X'mas without him, feel like Blue
Xmas.....but more
> love Jesus....*_* coz without HIM in my life, i'm nothing....
>
> Have a blessed day....!!
>
 
posted by Imelda at 8:06 AM | 0 comments
Tuesday, December 19, 2006
*Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.
Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada
maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi,
tetaplah berbuat baik selalu.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga
teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi,
tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang
dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain
mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi,
teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan
pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan
pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang
lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa
mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan
hatimu.

Mother Theresa.*
 
posted by Imelda at 6:45 AM | 0 comments
Make a personal reflection about this. Very interesting, read until the end...

It is written in the Bible (Galatians 6:7): "Be not deceived; God is not mocked: for whatsoever a man soweth, that shall he also reap". Here are some men and women who mocked God:

JOHN LENNON:
Some years before, during his interview with an American Magazine, he said: "Christianity will end, it will disappear. I do not have to argue about that. I am certain. Jesus was ok, but his subjects were too simple, Today we are more famous than Him" (1966). Lennon, after saying that the Beatles were more famous than Jesus Christ, was shot six times.

TANCREDO NEVES (President of Brazil):
During the Presidential campaign, he said if he got 500,000 votes from his party, not even God would remove him from Presidency. Sure he got the votes, but he got sick a day before being made President, then he died.

CAZUZA (Bi-sexual Brazilian composer, singer and poet):
During a show in Canecão ( Rio de Janeiro ), whilst smoking his cigarette, he puffed out some smoke into the air and said: "God, that's for you." He died at the age of 32 of AIDS in a horrible manner.

THE MAN WHO BUILT TITANIC:
After the construction of Titanic, a reporter asked him how safe the Titanic would be. With an ironic tone he said: "Not even God can sink it" The result: I think you all know what happened to the Titanic.

MARILYN MONROE:
She was visited by Billy Graham during a presentation of a show. He said the Spirit of God had sent him to preach to her. After hearing what the Preacher had to say, she said: "I don't need your Jesus". A week later, she was found dead in her apartment

BON SCOTT:
The ex-vocalist of the AC/DC. On one of his 1979 songs he sang: "Don't stop me, I'm going down all the way, down the highway to hell". On the 19th of February 1980, Bon Scott was found dead, he had been choked by his own vomit.

CAMPINAS/SP IN 2005
In Campinas, Brazil a group of friends, drunk, went to pick up a friend. The mother accompanied her to the car and was so worried about the drunkenness of her friends and she said to the daughter - holding her hand, who was already seated in the car: "MY DAUGHTER, GO WITH GOD AND MAY HE PROTECT YOU."

She responded: "ONLY IF HE (GOD) TRAVELS IN THE BOOT, CAUSE INSIDE HERE IT'S ALREADY FULL" Hours later, news came by that they had been involved in a fatal accident, everyone had died, the car could not be recognized what type of car it had been, but surprisingly, the boot was intact. The police said there was no way the boot could have remained intact. To their surprise, inside the boot was a crate of eggs, none were broken... Boot means trunk.

Many more important people have forgotten that there is no other name that was given so much authority as the name of Jesus. Many have died but only Jesus died and rose again, and He is still alive.

JESUS!!!



P.S: If it was a joke, you could have sent it to everyone. So are you going to have courage to send this?. I have done my part, Jesus said, "If you are embarrassed about me, I will also be embarrassed about you before my father."


What benefit does it have, if a man gains the whole world but loses his soul? What can man give in exchange for his soul? (Matthew 16:26).
 
posted by Imelda at 6:23 AM | 0 comments
"BAGAIMANA KALAU ALLAH PUNYA ANSWERING MACHINE??"

Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini :
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Bapa".
Pilihlah salah satu:
* Tekan 1 untuk 'meminta'.
* Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
* Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
* Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau, bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah menunggu.
Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons
seperti ini :
"Jika Anda mau bicara dengan Malaikat Gabriel, tekan 1.
Dengan Malaikat Mikhail, tekan 2.
Dengan malaikat lainnya, tekan 3.
Jika Anda ingin mendengar nyanyian Raja Daud saat Anda menunggu, tekan 4.
"Untuk mengetahui apakah orang yang Anda kasihi akan dipanggil ke Rumah
Bapa, masukkanlah nomor KTP-nya.
Untuk pesan tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y, O, H, A, N, E, S dan tekan
3,1,6."

"Untuk jawaban pertanyaan tentang dinosaurus, umur bumi, dan di mana
bahtera Nuh berada, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini."

Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini,
Silakan mencoba kembali esok hari."

"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari
Senin setelah pukul 9 pagi."

Namun puji Tuhan, Allah kita mengasihi kita, Anda dapat menelponNya setiap
saat !!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya sekali dan Tuhan mendengar Anda.

Karena Yesus, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.
Tuhan menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara
pribadi.

Ketika Anda memanggil dan Tuhan akan menjawab; Anda akan menangis minta
tolong dan DIA akan berkata : "Ini AKU". ( Yesaya 58 :9 ).

Ketika Anda memanggil, gunakan Nomor Telepon Darurat dibawah ini
* Saat Berduka Cita, putar Yohanes 14.
* Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27.
* Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15.
* Ketika Anda Berdosa, putar Mazmur 51.
* Ketika Anda kawatir, putar Matius 6:19-34.
* Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91.
* Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139.
* Ketika Iman Anda perlu dikuatkan putar Ibrani 11.
* Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23.
* Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar I Korintus 13.
* Untuk Rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12-17.
* Untuk Arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15-19.
* Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan, putar Roma 8 :31-39.
* Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan, putar Matius 11:25-30.
* Ketika Dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90.
* Ketika Anda ingin jaminan Kekristenan putar Roma 8 : 1-30.
* Ketika Anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian, putar Mazmur
121.
* Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55.
* Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1.
* Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12.
* Ketika Anda memikirkan kekayaan, putar Markus 10.
* Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27.
* Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37.
* Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang, putar I Korintus 13.
* Jika orang di sekitar kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15.
* Ketika Anda putus asa dengan pekerjaan, putar Mazmur 126.
* Jika Anda menemukan bahwa dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar
Mazmur 19.

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan.
Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari!!

Bagikan daftar telepon ini kepada orang-orang disekeliling kita.
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya.
Jika perlu ajaklah berdoa bersama.

Selamat merenungkan.
 
posted by Imelda at 6:20 AM | 0 comments
There is nothing either good or bad position, but thinking makes it
so. (Tidak ada posisi yang baik atau buruk, pikirkanlah
menciptakannya)
= William Shakespeare =

Baru-baru ini di Atlantic City - AS, seorang wanita memenangkan
sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam
bersama suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan
sekeranjang koin tersebut di kamarnya. Maka ia pun menuju lift.

Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah
satunya sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali. Wanita itu terpana.
Ia berpikir, "Dua orang ini akan merampokku." Tapi pikirnya
lagi, "Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah."

Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai
menjalarinya. Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia
sangat ketakutan dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca
pikirannya, tapi Tuhan, mereka harus tahu yang saya pikirkan!

Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang
mulai tertutup. Sedetik . . . dua detik . . . dan seterusnya.
Ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Ia makin panik! Ya
Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya
berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.

Lalu, salah satu dari mereka berkata, "Hit the floor" (Tekan
Lantainya). Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan
membuat koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah
uang saya dan biarkanlah saya hidup.

Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata
dengan sopan, "Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda
tuju, kami akan menekan tombolnya." Pria tersebut agak sulit untuk
mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.

Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut.
Merekapun menolong wanita tersebut berdiri. "Tadi saya menyuruh
teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda
untuk tiarap di lantai lift," kata seorang yang bertubuh sedang.

Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu
berpikir , "Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus
meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan
merampokku." Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu ke
dalam keranjangnya.

Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat
untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita
itu tidak kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan
pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita
itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan
kembali ke lift.

Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan
malam.

Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap
kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.

Pada kartunya tertulis: "Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah
kita lakukan selama ini."

Tertanda:
> Eddie Murphy
> Michael Jordan

(Eddie Murphy adalah bintang film Holywood, dan Michael Jordan
adalah bintang basket NBA)

* * * *

Sikap hidup kita sangatlah menentukan kehidupan kita. Sikap yang
positif dalam menanggapi persoalan hidup akan sangat berpengaruh
bagi kebahagiaan kita. Pikiran yang negatif akan membawa kita
terperosok jatuh semakin dalam karena kita melihat segala sesuatu
adalah penderitaan.

Namun, pikiran yang positif membawa kita kepada hal-hal yang positif
pula. Positif dalam menghadapi kehidupan yang serba ini, positif
dalam sikap kita kepada sesama, positif merencanakan hari esok dan
positif juga terhadap diri sendiri. Tuhan menciptakan kita luar
biasa. Bersama Tuhan kita sanggup melakukan perkara-perkara besar.

Alkitab dengan jelas mengatakan tentang pentingnya pikiran yang
positif, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua
yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,
semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut
dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8)
 
posted by Imelda at 6:19 AM | 0 comments
Thursday, November 23, 2006
Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9 Sept
2006 yang lalu di MetroTV ?
Pada acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5
tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu,
manis,secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku
seperti anak-anak seusianya pada umumnya.
Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan
sejak lahir yang sangat langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak
memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya.
Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang
suhu badannya yang menghangat.
Penyakit bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui
(kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal, dan
tidak menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar.
Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu,
barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.

Pernah suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat
kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit
jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tidak tetap
tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit.
Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua
giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai pencegahan agar dia tidak sampai
mengunyah lidahnya sendiri karena akan dianggap sebagai permen karet!!
Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat 'perhatian dan pengawasan extra' dari seluruh anggota keluarganya (kedua orang
tuanya dan sang kakak). Karena dia telah kehilangan sensitifitas akan adanya bahayabahaya yang bisa menimpanya, hingga kini.
Karena itu bersyukurlah karena kita masih diberikan rasa sakit
oleh Tuhan,walaupun kita seringkali mengeluh karena rasa sakit tersebut.
 
posted by Imelda at 10:45 AM | 0 comments
Teman – teman,

Diambil dari kisah nyata ..

Cerita di bawah ini mengingatkan kita

untuk mencintai murni dan lebih dalam kepada Tuhan

Ada seorang bocah kelas 4 SD di Milaor Camarine Sur,Filipina

Yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yg bebatuan

Dan selalu menyebrangi jalan raya yg berbahaya

di mana banyak kendaraan melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut,

bocah ini mampir sebentar ke gereja tiap pagi

hanya untuk untuk menyapa Tuhan,Sahabatnya.

Tindakan ini selama ini di amati oleh seorang pendeta yg merasa terharu

Menjumpai sikap bocah yg lugu dan beriman tersebut.

"bagaimana khabarmu Andy,apakah kamu akan ke sekolah?"

"ya,Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyuman yg menyetuh hati
pendeta tersebut

dia begitu memperhatikan keselamatan Andy,sehingga suatu hari dia
berkata

"Jangan menyebrangi jalan raya sendirian,setiap kali pulang sekolah,

kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang dgn
selamat"

"Terima kasih, Bapa Pendeta"

"kenapa kamu tidak pulang sekarang?"

"aku ingin menyapa Tuhan,Sahabatku"

dan pendeta tersebut meninggalkan Andy

untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri,

tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan

apa yg di bicarakan Andy kepada Bapa di sorga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini buruk sekali

tetapi aku tidak mencontek walau temanku melakukannya.

Aku makan satu kue dan minum airku, ayahku mengalami musim paceklik

dan yang bisa kumakan hanya kue ini. Terima kasih buat kue ini,Tuhan!

Tadi aku melihat anak kucing malang yg kelaparan

Dan aku memberikan kueku yg terakhir buatnya..

Lucunya,aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yg terakhir, aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu
minggu depan

Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa...

Paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berkata bahwa kami akan mengalami musim panen yg susah bulan
ini.

Bahkan beberapa temanku sudah berhenti dari sekolah,

Tolong bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi,Tolong Tuhan...

Oh ya, Engkau tahu bahwa ibuku memukul aku lagi,ini memang menyakitkan

Tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih mempunyai
seorang ibu

Tuhan, Engkau mau melihat lukaku ?? aku tahu Engkau dapat
menyembuhkannya

Disini... disini… aku rasa Engkau tahu yg ini kan...??

tolong jangan marahi ibuku ya!!

Dia hanya sedang lelah dan khawatir akan kebutuhan makan dan biaya
sekolahku

Itulah mengapa dia memukul aku.

Oh,Tuhan.. aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini.

Ada seorang gadis yg sangat cantik sekali di kelasku,.. namanya Anita.

Menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??

Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku

Karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu,

Engkau adalah Sahabatku.

Hei… Ulang tahunMu tinggal dua hari lagi !! apakah Engkau
gembira..??

Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu, tapi ini
kejutan.

Aku berharap Engkau menyukainya. .

Oooppsss... aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta.

"Bapa Pendeta.. Bapa Pendeta.. aku sudah selesai berbicara dengan
Sahabatku,

anda bisa menemaniku menyebrangi jalan sekarang"

kejadian tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen
sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaatnya di Gerejanya setiap
hari minggu

Karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yg murni kepada
Tuhan...

Suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, pendeta Agaton jatuh sakit, sehingga tidak bisa
memimpin gereja

Dan di rawat di rumah sakit, gereja tersebut di serahkan kepada 4 wanita
tua

Yg tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan yg orang lain perbuat.

Mereka juga mengutuki orang yg menyinggung mereka.

Ketika 4 wanita itu sedang berdoa, Andy tiba di Gereja tersebut

usai menghadiri Pesta Natal di sekolahnya.

Dan menyapa " Hallo Tuhan… ini aku"

"kurang ajar kamu,bocah!!

Tidahkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa??

Keluar ,kamu....!!"

Andy begitu terkejut "dimana Bapa Pendeta Agaton?

Dia seharusnya membantuku menyebrangi jalan raya...

dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja.

Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus,

karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah
untukNya.... "

ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya,

seorang dari ke-empat wanita itu menarik kerahnya dan mendorong keluar
Gereja

"...keluar kamu bocah!! "

Andy tidak punya pilihan lain kecuali pergi

Sendirian menyebangi jalan raya yg berbahaya tersebut di depan Gereja,

ketika dia menyebrang. Tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang

- di situ ada tikungan yg tidak terlihat pandangan.

Karena sibuk Andy melindungi hadiah kedalam saku bajunya,

sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut,

waktunya hanya sedikit untuk menghindar…

Dan Andypun tewas seketika....

orang-orang di sekitar berlarian

dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yg sudah tidak bernyawa
lagi.

Tiba-tiba,

entah muncul darimana ada Seorang berjubah putih dgn wajah yg halus dan
lembut.

Namun dengan penuh airmata datang dan memeluk Andy, Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya...

"maaf tuan, apakah anda keluarga dari bocah yg malang ini..??

apakah anda mengenalnya. .??"

tetapi Pria tersebut dengan hati yg berduka karena penderitaan yg dalam
berkata

"dia adalah sahabatKu" hanya itulah yg dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku Andy dan menaruh di
dadaNya.

Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut,

kemudian keduanya menghilang.

Orang-orang yg ada di sekitar semakin penasaran dan takjub...

Di malam Natal, Pendeta Aragon menerima berita yg sangat mengejutkan
tersebut.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius
tersebut.

Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

"bagaimana anda mengetahui putera anda telah meninggal..? ?"

"seorang pria berjubah putih yg membawanya kemari" ucap ibu Andy
terisak.

"apa katanya…??"

ayah Andy berkata

"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun, Dia sangat berduka

kami tidak mengenalNya namun Dia terlihat sangat sedih atas meninggalnya
Andy,

sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan sangat baik,

tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk di jelaskan mengenai diriNya.

Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut, Dia menyibakan rambut
Andy

Dan memberikan kecupan di keningnya, kemudian Dia membisikan sesuatu
…"

"apa yang di katakanNya…?? "

"Dia berkata kepada puteraku…" ujar sang ayah

"terima kasih buat kadonya, Aku akan berjumpa denganmu,engkau akan
bersamaKu"

dan sang ayah melanjutkan

"anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah...

aku menangis tetapi aku tidak tahu mengapa bisa demikian..

yang aku tahu aku menangis karena bahagia…

aku tidak dapat menjelaskanya Bapa Pendeta,

tetapi ketika Dia meninggalkan kami,

ada suatu kedamaian yg memenuhi hati kami,

aku merasakan kasihNya begitu dalam di hatiku…

aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku…

aku tahu, puteraku sudah berada di surga sekarang!!

Tapi tolong Bapa Pendeta…

siapakah Pria ini yg selalu bicara dengan puteraku di Gerejamu..??

anda seharusnya mengetahui karena anda selalu disana setiap hari,

kecuali pada saat anakku meninggal"

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya,

dengan lutut gemetar dia berbisik

" Andy tidak pernah bicara dengan siapa-siapa…. kecuali dengan
Tuhan,Sahabatnya"

Amsal 17:17

"seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,

dan menjadi seorang saudara di dalam kesukaran"

original message from :

Thyuniar

J God Bless U
 
posted by Imelda at 10:42 AM | 0 comments
Thursday, October 12, 2006
"Ucapan Bahagia Versi Iblis"

Sejak kecil saya sangat suka membaca pasal-pasal "Khotbah Di Bukit", terutama perikop tentang "Ucapan Bahagia" Tuhan Yesus.Namun saya cukup tersentak ketika membaca "Ucapan Bahagia versi Iblis" yang saya terima melalui sebuah email, tetapi di sisi yang lain, " Ucapan Bahagia versi Iblis" ini mengingatkan saya untuk lebih berjaga-jaga, karena saat ini kita memang hidup di hari-hari yang jahat, dimana Iblis bekerja luar biasa giatnya.

"Ucapan Bahagia versi Iblis" bunyinya kira-kira seperti ini :

---Berbahagialah orang yang terlalu capek karena kesibukan mereka, sehingga mereka tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Mereka adalah anak-anakku yang mengerti kerinduan hatiku yang terdalam.

---Berbahagialah orang yang selalu mengharapkan pujian atas apa yang mereka perbuat. Aku bisa memperalat dan menunggangi ambisi mereka melalui pujian.

---Berbahagialah orang yang memelihara hati yang terlalu sensitif. Dengan sedikit "sentilan" saja mereka tersinggung. Mereka akan kurang bersemangat di dalam bekerja dan akan segera menghilang dalam pelayanan. Mereka ini adalah fansku yang setia.

---Berbahagialah mereka para pembuat masalah. Mereka akan disebut
anak-anakku.

---Berbahagialah orang yang selalu mengeluh. Aku senang karena benih
sungut-sungut yang kutabur bertumbuh subur di hati dan lidah mereka.

---Berbahagialah mereka yang egois, suka mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain. Mereka adalah pengikut-pengikutku yang setia.

---Berbahagialah mereka yang suka menggosip, karena mereka akan menimbulkan perpecahan dan pertengkaran. Ini sungguh sangat menyenangkan hatiku.

---Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi membenci saudara-saudaranya. Mereka akan hidup bersamaku selamanya sampai ke
kekekalan.

---Berbahagialah orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan, penganiayaan\ n
dengan penganiayaan dan kebencian dengan kebencian. Mereka akan mendapat
upah yang sama denganku di kegelapan.

---Berbahagialah orang yang membaca tulisan ini dan merasa isinya pas untuk
orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. Dia ada dalam tanganku.\n

Keputusan untuk masuk ke dalam kelompok orang yang berbahagia menurut versi
Tuhan Yesus atau versi Iblis ada di tangan kita! Jika ingin menjadi orang
yang berbahagia menurut versi Tuhan Yesus, kita harus hidup dalam ketaatan\n
dan berjaga-jaga seperti halnya kelima orang gadis yang bijaksana (MAT
25:1-13). Jagalah pelita hati kita agar tetap menyala. Isilah minyaknya
setiap hari dengan berdoa dan merenungkan firmanNya
 
posted by Imelda at 8:18 PM | 0 comments
Sunday, October 01, 2006
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dalam ketidak percayaan.
Tidak mungkin ini tempatnya. Sebenarnya, tidak
mungkin aku diterima di sini. Aku sudah diberi undangan beberapa
kali, oleh beberapa orang yang berbeda, dan baru akhirnya
memutuskan untuk melihat tempatnya seperti apa sih. Tapi, tidak
mungkin ini tempatnya. Dengan cepat, aku melihat pada undangan yang
ada di genggamanku.
Aku memeriksa dengan teliti kata-katanya,
"Datanglah sebagaimana adanya kamu. Tidak perlu ditutup-tutupi"
dan menemukan lokasinya.
Ya ... aku berada di tempat yang benar. Aku mengintip lewat
jendelanya sekali lagi dan melihat sebuah ruangan yang penuh
dengan orang-orang yang dari wajahnya terpancar sukacita.
Semuanya berpakaian rapi, diperindah dengan pakaian yang bagus
dan terlihat bersih seperti kalau mereka makan di restoran yang
bagus.
Dengan perasaan malu, aku memandang pada pakaianku yang buruk
dan compang camping, penuh dengan noda. Aku kotor, bahkan
menjijikan.
Bau yang busuk ada padaku dan aku tidak dapat membuang kotoran
yang melekat pada tubuhku. Ketika aku akan berputar untuk
meninggalkan tempat itu, kata-kata dari undangan tersebut
seakan-akan meloncat keluar, "Datanglah sebagaimana kamu adanya.
Tidak perlu ditutup-tutupi."

Aku memutuskan untuk mencobanya. Dengan mengerahkan semua
keberanianku, aku membuka pintu restoran dan berjalan ke arah
laki-laki yang berdiri di belakang panggung.

"Nama Anda, Tuan ?" ia bertanya kepadaku dengan senyuman.
"Johny Alim," kataku bergumam tanpa berani melihat ke atas.
Aku memasukkan tanganku ke kantongku dalam-dalam,
berharap untuk dapat menyembunyikan noda-nodanya. Ia sepertinya
tidak menyadari kotoran yang berusaha aku sembunyikan dan ia
melanjutkan, "Baik, Tuan. Sebuah meja sudah dipesan atas
nama Anda.
Anda mau duduk ?"
Aku tidak percaya atas apa yang aku dengar !
Aku tersenyum dan berkata, "Ya, tentu saja!"
Ia mengantarkanku ke sebuah meja dan, cukup yakin, ada plakat
dengan namaku tertera dengan tulisan tebal merah tua.

Ketika aku membaca-baca menunya, aku melihat berbagai macam
hal-hal yang menyenangkan tertera di sana.
Hal-hal tersebut seperti "damai", "sukacita","berkat",
"kepercayaan
diri","keyakinan", "pengharapan", "cinta kasih", "kesetiaan",
dan "pengampunan".
Aku sadar bahwa ini bukan restoran biasa ! Aku mengembalikan
menunya ke depan untuk melihat tempat di mana aku berada.
"Kemurahan Tuhan" adalah nama dari tempat ini !

Laki-laki tadi kembali dan berkata, "Aku merekomendasikan sajian
spesial hari ini.
Dengan memilih spesial menu hari ini, Anda berhak untuk
mendapatkan semua yang ada di menu ini."

Kamu pasti bercanda ! pikirku dalam hati.
Maksudmu, aku bisa mendapat SEMUA yang ada dalam menu ini ?

"Apa menu spesial hari ini ?" aku bertanya dengan penuh
kegembiraan.
"Keselamatan," jawabnya.
"Aku ambil," jawabku spontan.
Kemudian, secepat aku membuat keputusan itu,
kegembiraan meninggalkan tubuhku.
Sakit dan penderitaan merenggut lewat perutku
dan air mata memenuhi mataku. Dengan menangis tersedu sedan,
aku berkata, "Tuan, lihatlah diriku.
Aku ini kotor dan hina.
Aku tidak bersih dan tidak berharga.
Aku ingin mendapat semuanya ini, tapi aku tidak dapat
membelinya."
Dengan berani, laki-laki itu tersenyum lagi.
"Tuan, Anda sudah dibayar oleh laki-laki di sebelah sana,"
katanya sambil menunjuk pintu masuk ruangan.
"Namanya Yesus."

Aku berbalik, aku melihat seorang laki-laki yang kehadirannya
membuat terang seluruh ruangan itu. Aku melangkah maju ke arah
laki-laki itu, dan dengan suara gemetar aku berbisik,
"Tuan, aku akan mencuci piring-piring atau membersihkan lantai
atau mengeluarkan sampah.
Aku akan melakukan apa pun yang bisa aku lakukan untuk
membayarMu kembali atas semuanya ini."

Ia membuka tangannya dan berkata dengan senyuman,
"Anakku, semuanya ini akan menjadi milikmu,
cukup hanya bila kamu datang kepadaKu.
Mintalah padaKu untuk membersihkanmu dan Aku
akan melakukannya.
Mintalah padaKu untuk membuang noda-noda itu
dan itu terlaksana.
Mintalah padaKu untuk mengijinkanmu makan di
mejaKu dan kamu akan makan.
Ingat, meja ini dipesan atas namamu.
Yang bisa kamu lakukan hanyalah MENERIMA
pemberian yang sudah Aku tawarkan kepadamu."

Dengan kagum dan takjub, aku terjatuh di
kakiNya dan berkata, "Tolong, Yesus.
Tolong bersihkan hidupku.
Tolong ubahkan aku, ijinkan aku duduk di mejaMu
dan berikan padaku sebuah hidup yang baru."
Dengan segera aku mendengar,
"Sudah terlaksana."
Aku melihat pakaian putih menghiasi tubuhku
yang sudah bersih.
Sesuatu yang aneh dan indah terjadi. Aku merasa
seperti baru, seperti sebuah beban sudah terangkat dan aku
mendapatkan diriku duduk di mejaNya.
"Menu spesial hari ini sudah dipesan," kata Tuhan kepadaku.
"Keselamatan menjadi milikmu."
Kami duduk dan bercakap-cakap untuk beberapa waktu lamanya
dan aku sangat menikmati waktu yang kuluangkan denganNya.
Ia berkata kepadaku, dan kepada semua orang,
bahwa Ia ingin aku kembali sesering aku ingin bantuan lain dari
Kemurahan Tuhan. Dengan jelas Ia ingin aku meluangkan waktuku
sebanyak mungkin denganNya.

Ketika waktu sudah dekat bagiku untuk kembali ke 'dunia nyata',
Ia berbisik padaku dengan lembut,
"AKU MENYERTAI KAMU SELALU."
Dan kemudian, Ia berkata sesuatu yang tidak
akan pernah aku lupakan.
Ia berkata, "Anakku, lihatkah kamu beberapa meja yang
kosong di seluruh ruangan ini ?"
"Ya, Tuhan. Aku melihatnya. Apa artinya?" jawabku.
"Ini adalah meja-meja yang dipesan, tapi tiap-tiap individu yang
namanya tertera di tiap plakat ini belum menerima undangan untuk
makan. Maukah kamu membagikan undangan-undangan ini?
 
posted by Imelda at 4:44 PM | 0 comments
"Rosa, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja."
Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa
mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah. "Mama sayang. ga usah
repot-repot ma, aku sudah dewasa." pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah
tua itu langsung berubah.

Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru
kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini
dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang
fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel
yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung
untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah.. Niatku ingin membahagiakan malah
membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan
apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Ma, maafin aku kalau telah
menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?" Kutatap
sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama
berkata,
"Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah
dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan
sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu
lakukan sendiri"

Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu.. bersusah payah melayani
putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah
kusadari sebelumnya.. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua
menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat
arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam
usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?

Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab "Banyak sekali nak
kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu
ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah
kebanggaan buat mama.
Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu
kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan
kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini
sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan
ketika mama menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku
kehidupan..

Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik
anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisadilimpahkan
kepada siapapun. Ah, maafin kami mama..... 18 jam sehari sebagai "pekerja"
seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya Tuhan?

--- +++ ---

"Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. "
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama
sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya
lekat-lekat dan kuucapkan.. "Terimakasih mama, aku beruntung sekali
memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama." Kulihat binar
itu memancarkan kebahagiaan. .

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu. .
Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

--- +++ ---

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat
"Aku sayang padamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk menyampaikan
rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai..

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu..
Walau mereka tak pernah meminta. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat
mereka sangat berarti dan bahagia..

--- +++ ---

"Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan
mama.
Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu..

Titip mamaku ya Tuhan.."

Untuk dan oleh semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang
mencintai Ibunya.
--
------------ --------- ----.oooO- --------- --------- --------- -------
( ) Oooo.
\ ( ( )
\_) ) /
(_/
2 Yoh. 1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi
yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal
di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
Makasih Tuhan memberkati !


www.aritonang.com
 
posted by Imelda at 7:03 AM | 0 comments
dari www.aritonang.com

Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapu ku meninggal dunia. Sejak saat
dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan,
lumut pasti akan bermunuculan di akuarium kesayanganku.

Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga tidak
ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru. Suatu hari kudapati
lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku. Aku berpikir, ini
tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan koki ku akan tersembunyi
jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya menemani mereka.
Ikan-ikan sapu-sapu, bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan
lumut- lumut itu. Sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya adalah
lumut dalam akuarium atau kolam ikan.

Di sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja kuluangkan waktu untuk
mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari ikan hitam
yang tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya kutemukan satu
ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya, walaupun tetap tidak
indah dipandang mata dan tetap saja kulitnya akan kasar.

"Berapa Pak, harganya?" tanyaku pada si penjual ikan itu.

"Tujuh ratus lima puluh rupiah, Mbak," jawab si penjual itu.

Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung ku tapakkan kakiku
menuju rumah.

Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium. Dengan
sigap dan bagai habis lepas dari kurungan ikan itu langsung meliuk-
liuk. Dan ... betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca yang
penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh lumut
tersebut. Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan sedang
mengerumuni ikan sapu-sapu itu untuk berkenalan.

Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya kucemplungkan
dulu tanpa kubersihkan akuariumnya. Pikirku weekend nanti pasti aku
ada waktu.

Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa
ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah .... Tapi
bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh ... tapi kok lain
ya? Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. Terus kuamati
ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan kain sutera
yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus kuperhatikan mereka
karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.

Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam
yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam
dunianya sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu.

Aku tersadar .... Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan
bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di
sekitar merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca
akuariumku buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali
bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat semakin indah. Ikan yang
tidak menarik yang kubeli kemarin dengan harga murah itu telah melahap
habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli, tetapi aku
tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa seperti ini.

Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang
tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini.

Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan
fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi, Tuhan
memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan
permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang
membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin
akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.

Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada Tuhan karena merasa aku
tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. Tuhan memakai ikan kecil
itu untuk menyadarkan aku, "Kuciptakan dirimu bukan untuk hal yang
tidak berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-Ku, untuk
melakukan hal-hal besar bagi-Ku!"

Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil
yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini Tuhan
memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, Tuhan tidak
ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini.

Aku berarti bagi-Nya, aku berharga bagi-Nya. Dalam pandangan mata aku
memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi ada hal
istimewa yang Tuhan berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi berkat
bagi banyak orang, karena Tuhan yang menganugerahkannya.

Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah menunjukkan
waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku menapaki hari-hari
ke depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah
ini.

Terima kasih Tuhan! Terima kasih ikan sapu-sapu ku!._,_.___
 
posted by Imelda at 6:59 AM | 0 comments
Thursday, September 28, 2006
Bisakah kita seperti mereka jika kita berada dalam situasi yang sama?


Ditembus Peluru, Dominggus Teriak ''Ya Bapaku, Ampunilah Mereka''

PALU- Sungguh mengenaskan sekaligus mengharukan. Detik-detik akhir Tibo
cs menjemput ajal di ujung bedil eksekusi mati pada Jumat (22/9) pukul
01:35 wita lalu, ternyata menyimpan kisah mengharukan. Uskup Manado Mgr
Yoseph Suwatan MSC kepada koran ini tadi malam menuturkan sejumlah kisah
terakhir ketiga terpidana mati itu, masing-masing Fabianus Tibo, Marinus
Riwu dan Dominggus da Silva. ''Saya mau kisahkan ini dengan tujuan agar
masyarakat mengetahui persis bahwa mereka bertiga sudah sangat siap
batin,'' tutur Suwatan yang juga pemimpin umat Katolik hingga ke wilayah
Sulteng dan Gorontalo itu. ''Yang tak kalah penting,'' lanjut Suwatan
yang jelang eksekusi intens mendampingi Tibo cs itu, ''Saya mau
meluruskan banyaknya isu yang menyebutkan kalau Om Tibo dan
teman-temannya itu dianiaya atau malah mati lebih dulu sebelum
dieksekusi. Itu isu tidak benar,'' tegasnya. Sebab, berdasarkan laporan
resmi yang diterima pihaknya, ketiganya sebelum diekskusi diperlakukan
baik hingga ditembak mati. ''Meski yang kami sesalkan adalah prosedur
pemakaman Dominggus serta jelang eksekusi jenazah mereka tak diijinkan
dilakukan misa sesuai tradisi gereja,'' tutur Uskup.

Menyinggung kisah terkait detik-detik akhir ketiganya, Suwatan dengan
nada bergetar menyatakan kalau, baik Tibo, Marinus dan Dominggus, punya
cerita menyentuh. Tibo misalnya. Ketika mengikuti Misa khusus yang
digelar di Lapas Palu pada pukul 11:00 wita, sekalian menanti eksekusi
malam, berulangkali memeluk istri dan anak-anaknya. Dengan nada bijak
dan tanpa tekanan, kisah Suwatan, Tibo berpesan panjang lebar, ''Jangan
ada dendam setelah eksekusi papa. Biarkan papa pergi dengan tenang dan
damai. Papa sudah sangat siap. Sudah begini jalan hidup papa. Mari
diimani saja,'' tutur Suwatan mengutip kisah ketiganya. Perayaan Misa
khusus dipenjara dipimpin langsung tiga pastor dari Manado yang bertugas
di Palu. Yakni, Pastor Melky Toreh MSC dan Pastor Jemmy Tumbelaka MSC.
Usai misa dan ditinggal keluarga, ketiga terpidana mati, memilih berada
di ruangan mereka. Ketiganya secara khusuk memilih berdoa dan terus
berdoa serta bernyanyi. Ini dilakukan hingga menjelang sore.

Yang menyedihkan, kisah Suwatan, menjelang persiapan eksekusi sore,
suasana Lembaga Pemasyarakatan diwarnai isak tangis dari para petugas
Lapas. ''Semua minta maaf kepada Om Tibo, Dominggus dan Marinus,''
kisahnya. Saat itu, ketiganya menolak tawaran makan malam. ''Kecuali
minta dibuatkan gorengan buah sukun campur gula aren.'' Setelah itu?
Ketiganya kian khusuk berdoa hingga kemudian dijemput petugas. ''Saat
itu, Marinus mendadak minta sisir dan parfum.'' Ketika ditanya kenapa
harus berpakaian rapi. Marinus dengan tenang menjawab. ''Ya, saya ini
orang Katolik. Saya harus rapi dan harum karena sedikit lagi mau
menghadap Tuhan saya.'' Sedangkan Dominggus, sebelum naik ke kendaraan
yang akan membawa mereka dieksekusi, mendadak turun dari mobil dan
menemui salah seorang pegawai Lapas yang ternyata berteman baik
dengannya. ''Heh, kau lihat baik-baik ya kau punya anak. Kau harus rawat
dia,'' kisah Suwatan. Dominggus ternyata selama bertahun-tahun tinggal
di Lapas dekat dengan anak-anak para pegawai Lapas.

TERIAK AMPUNI
Sementara, sumber lain koran ini di Polda Sulteng di Palu menyebutkan,
jelang dieksekusi, ketiga terpidana tidak langsung menempati posisi
penembakan. Sebaliknya, mereka ditanya apakah akan ditembak dengan
berdiri atau duduk. ''Mereka serempak menjawab memilih ditembak saat
duduk saja,'' tutur sumber. Uskup Suwatan membenarkan keterangan sumber
ini. ''Memang benar saat sebelum ditembak, mereka memilih duduk saat
ditanya petugas,'' kata Uskup. Lalu, saat mata ketiganya akan ditutup,
mendadak Marinus menolak. ''Saya ingin mata tetap terbuka. Ijinkan saya
menyaksikan langsung.'' Permintaan Marinus dikabulkan. Sedangkan Tibo
dan Dominggus tetap ditutup matanya.

Tepat pukul 01:50 wita, bunyi bedil dari tim eksekutor terdengar. Hanya
dalam hitungan detik, begitu prosesi maut selesai, tiga anggota tim
dokter yang sudah berada di lokasi, salah satunya adalah dokter asal
Langowan, Minahasa yang bertugas di Palu, langsung diminta untuk
memeriksa mereka. ''Menurut dokter perempuan itu yang asal Langowan
kepada saya, eksekusi ketiganya memang sesuai. Ketiganya langsung
diproses dan otopsi,'' tambah Uskup. Sementara, sumber lain di lokasi
kejadian mengisahkan bahwa saat peluru maut itu menancap di tubuh
ketiganya, tubuh ketiganya tersentak dan kepala mereka sempat terangkat
lalu lunglai, ambruk, tewas. Berbeda dengan Tibo dan Marinus yang tampak
tenang dan diam. Tapi, suara yang diperkirakan dari Dominggus sempat
berkata setengah berteriak, ''Ya Bapa Ampunilah mereka!''. (dino
gobel's)<<<<
 
posted by Imelda at 12:39 AM | 0 comments
Sunday, July 09, 2006
In Memoriam Mas Budi @CAVIDO

Sinar pagi ..........

Indahmu menyeruak alam

Hangatmu menyambut salam

Tebarkan kasih dan sayang

Aku merasakan .........



Kau angkat embun pagi

Yang telah menemaniku

Semalam dalam lelap

Dari rasa kesejukannya

melelapkan impian indah



Tak pernah kuabaikan

Ucapkan salam setia

"Selamat pagi cinta"

Dalam segenap angan

Dalam segenap renungan

Kubertanyakan dalam doa

Dikelak mendatang

Temani akukah kiranya engkau?

Sinar pagi ..........





Sinar pagi dlm kasih

Sinar pagi……..

Hangatmu membalut hamparan bumi

Kasihmu menghangatkan makluk ilahi

Pelukanmu mengasihi semangat insani

Sinarmu memelukkan jiwa raga nurani



Kusongsong dengan riang nan seri

Kusambut lambainmu dengan hati

Bersama makluk illahi kubernyanyi

Serukan nikmatnya rasa indahnya

Sinar pagi ………



Terimakasih “PAGI”………
 
posted by Imelda at 9:38 AM | 0 comments
Ceritanya bagus dan bermanfaat! "Shi Sang Chi You Mama
Hau" Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang
pria
berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota
tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba
kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah
yang membuat sang pria jatuh hati. Sang wanita hamil di luar
nikah. Sang pria lalu mengajaknya
menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka
duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang
terpandang di kotatsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi
keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan
untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah
menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia. Sang wanita
merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan
wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus
berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya,
sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu,
umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya). Sebulan
telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang
tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena
gagal
membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut
mereka akan sangat merugikan masa depannya. Sang pria akhirnya
menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia
memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu
keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh
orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya
di
dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang
besar. Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang
telah
ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat
terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon
pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.
Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar,
perkawinan
mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi
anaknya
akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis
yang
akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara
perlahan2. Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak,
dengan
permohonan agar wanita tsb meninggalkan kotaini, tidak bertemu dengan
anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan
untuk
membiayai hidupnya di tempat lain. Sang wanita menangis
tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia
sadar
bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak
kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kotaini,
tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan
uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat
sulit?. Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk
meninggalkan sepucuk suratkepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih
berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari
kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia
kelak
bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang
berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua", kata sang
ibu. Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia
menjelaskan
bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar
bahwa
keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah
melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama
dalam
menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat
lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air
mata sang wanita tampak membasahi surattersebut. Sang wanita yang
malangtsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia
terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota
itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia
bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

==========0000000000============== Tiga tahun telah berlalu.
Ternyata wanita tersebut telah
menjadi
seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan
malam,
untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di
sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan
menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua
pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup
berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan,
karena
ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah
mengeluh dengan pekerjaannya? Di usia tiga tahun, suatu saat,
sang anak tiba2 sakit keras.
Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb
harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah
menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan
itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada
siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman. Saat
diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk
membuat
sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari
obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya
mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk
membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah
berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum
terbayar. Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu
harus berbuat
apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak
permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian. Diantara
tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari
alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.
Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil
sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang
tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang
ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak
mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?.. Hujan
lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan
kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh
anaknya
sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang
dilakukan oleh sang ibu???.

==========0000000000============== Enam tahun telah berlalu,
anaknya tumbuh menjadi seorang anak
yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di
hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain
bersama,
dan bersama2 menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau" (terjemahannya
"Di
Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik"). Sang anak juga sudah
sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai
penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.
Hari2
mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang
memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia
tahu
ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk
sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas. Ia juga tahu,
bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia
berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama
ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak
setelah
pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu
mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain
yang perlu dibiayai. Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang
tidak jauh dari
rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan
tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah kamu punya uang?"
tanya
sang pemilik toko. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak
dengan serius. Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul
untuk membeli jam
tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.
Ketika
menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu mendapatkan uang
itu? Bukan mencuri kan?". "Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari
ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah.
Selama
sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang
jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi
ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia
akan
marah" kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak
tsb. Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari.
Sang
anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan
tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam
tangan
ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana
uang
untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau
menjawab. "Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu
bahasa, ia
tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.
Setelah
ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah
mencuri. "Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu
sudah
mengajari kamu tentang hal ini?" kata sang ibu. Lalu ibu
mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu
sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak
menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu
perih,
karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya,
demi
kebaikan anaknya. Suara tangisan sang anak terdengar keluar.
Paratetangga menuju
ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui
kejadiannya.
"Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya. Kebetulan
sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu
tetangganya
yang merupakan familinya. Ketika ia keluar melihat ke rumah itu,
ia segera mengenal anak
itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk
menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon
agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya. "Nak,
ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan
tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti
nasehat
kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2
muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan
tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di
tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga
menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke
rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan
uang
membeli jam tangan kesukaan ibunya. Tampak sang kakek
meneteskan air mata saat selesai menjelaskan
hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak
kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?."Maafkan saya, Nak."
"Tidak Bu, saya yang bersalah"???..


===========000================= Sementara itu, ternyata ayah
dari sang anak sudah menikah,
tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih
akan
hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka
kelak. Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam
sebuah
kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru
menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya
sendiri.
Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya
hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa
bantuanmu. Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria.
Mereka
begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

===========000================== Di pertengahan tahun, penyakit
sang anak kembali kambuh. Dokter
mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang
konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan
jiwanya. Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan
sebelumnya.
Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup
membiayainya. Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak
menemukan
solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada
sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai
perawatannya. Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak
anaknya
berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira
sekali,
menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau", lagu kesayangan mereka.
Untuk
sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam
kegembiraan bersama sang anak. Sepulang ke rumah, ibu
menjelaskan keadaannya pada sang anak.
Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin
dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak" kata
ibu.
"Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa
bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang
untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja
lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah
sang
ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap
saat. Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya.
Keduanya
sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang,
sang
anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan
kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang
anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang
anak
dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata
"Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan
nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya
mau
ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak
mau
saya lagi", sang anak mulai menangis. Bujukan demi bujukan
ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb
tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 "Kalau ibu
sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya
memaksa
dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini",
ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2
dengan ledakan tangis yang memilukan. Di rumah, sang ibu
kembali meratapi nasibnya. Tangisannya
begitu
menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan
menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan
baik.
Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah
kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya
tercinta. Kemudian ibu yang malangitu mengambil pisau dapur
untuk
memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya
mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk
mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri
itu dibatalkan, demi anaknya juga??..

============000========= Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah
ke tempat lain,
mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun
tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap
bulan. Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun
ibunya.
Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah
mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak
pulang
ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang
memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga,
sepucuk suratyang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu
ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan
memberikan semuanya untuk ibu. Sang anak berlari riang gembira
melewati gang-gang kecil
menuju
rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah
kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu
kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di
depan rumah tsb, menangis "Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi."

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah
terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan
semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.
Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi
pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini
adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya
mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil
menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun,
setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk suratanaknya. Sang
ibu
tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam
suratitu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu
membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia
memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya
pernah
pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa
bila
kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih.
Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya
memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar
bisa bertemu dengan dirinya. Benar saja, ternyata sang anak
berada di sana. Tetapi ia
pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya
untuk
dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh
dari
tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah????..

============000============== Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini
sang anak sudah memasuki
bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan
ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak
telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi
hasilnya
nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan
teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di
persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang
mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak
pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak
berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama
pacar
untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil
mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah
"Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera
menyanyikan lagu "Shi Sang Ci You Mama Hau" dengan suara perlahan, tak
disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka
berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu
menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua
itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya,
"Apakah kamu ??..(nama anak itu)?" "Benar bu, saya adalah anak ibu?".
Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi
bumi???. Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur
kepalanya
menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus
mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang
menganggapnya sebagai orang gila?.

============000=============


Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu
bahkan
rela mengorbankan nyawanya?..

Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda,
ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah
aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung
Anda,
diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan
nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?

Tidak diragukan lagi
"Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini"

++++++++++++++++++++++

Ingin bergabung dalam sebuah MISI MULIA ? Ada2 tindakan yang dapat Anda
lakukan :

1. Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia
ini),
ajaklah ia untuk keluar makan atau jalan2 MALAM INI JUGA. Jangan ditunda2.
Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh dengan Anda, telponlah
dia malam ini juga, just to say "hello". Catatlah hari ulang tahunnya,
rayakan, dan bahagiakanlah dia semampu Anda. Hidangkan makanan favoritnya,
dst.

2. Kirimkan kisah film ini kepada saudara/i Anda, teman2
Anda, maupun rekan2 kerja Anda (minimal 5, kalau 100 org lbh baik lagi J).
Bagi sebagian dari mereka, kisah ini mungkin akan seperti setetes embun
yang
menyegarkan jiwa mereka, yang terkadang terlalu sibuk dengan aktivitasnya
sendiri. Anda sungguh berjasa dalam hal ini??
 
posted by Imelda at 9:32 AM | 0 comments
THIS IS BEAUTIFUL ....AND YOU might CRY...

Sally jumped up as soon as she saw the surgeon come out of the
operating room. She said: "How is my little boy? Is he going to be all right?
When can I see him?"
The surgeon said, "I'm sorry. We did all we could, but your boy didn't make it."
Sally said, "Why do little children get cancer? Doesn't God care any more?
Where were you, God, when my son needed you?"
The surgeon asked, "Would you like some time alone with your son? One of
the nurses will be out in a few minutes, before he's transported to the university."
Sally asked the nurse to stay with her while she said good-bye to son.
She ran her fingers lovingly through his thick red curly hair.
"Would you like a lock of his hair?" the nurse asked.
Sally nodded yes. The nurse cut a lock of the boy's hair, put it in a plastic bag and handed it to Sally.
The mother said, "It was Jimmy's idea to donate his body to the university for study. He said it might help
somebody else. "I said no at first, but Jimmy said, 'Mom, I won't be using it after I die.
Maybe it will help some other little boy spend one more day with his Mom." She went on, "My Jimmy had a heart of gold.
Always thinking of someone else. Always wanting to help others if he could."
Sally walked out of Children's mercy Hospital for the last time, after spending most of the last six months there.
She put the bag with Jimmy's belongings on the seat beside her in the car. The drive home was difficult.
It was even harder to enter the empty house. She carried Jimmy's belongings, and the plastic bag with the lock of his hair to
her son's room. She started placing the model cars and other personal things
back in his room exactly where he had always kept them. She laid down
across his bed and, hugging his pillow, cried herself to sleep.
It was around midnight when Sally awoke. Laying beside her o n the bed
was a folded letter.

The letter said:
"Dear Mom, I know you're going to miss me; but don't think that I will
ever forget you, or stop loving you, just 'cause I'm not around to say
I LOVE YOU. I will always love you, Mom, even more with each day. Someday
we will see each other again. Until then, if you want to adopt a little
boy so you won't be so lonely, that's okay with me. He can have my room and
old stuff to play with. But, if you decide to get a girl instead, she
probably wouldn't like the same things us boys do. You'll have to buy her
dolls and stuff girls like, you know. Don't be sad thinking about me.
This really is a neat place. Grandma and Grandpa met me as soon as I got
here and showed me around some, but it will take a long time to see
everything.
The angels are so cool. I love to watch them fly. And, you know what?
Jesus doesn't look like any of his pictures. Yet, when I saw Him, I
knew it was Him. Jesus himself took me to see GOD! And guess what! , Mom? I
got to sit on God's knee and talk to Him, like I was somebody important.
That's when I told Him that I wanted to write you a letter, to tell you
good-bye and everything. But I already knew that wasn't allowed. Well,
you know what Mom? God handed me some paper and His own personal pen to
write you this letter. I think Gabriel is the name of the angel who is going
to drop this letter off to you. God said for me to give you the answer to
one of the questions you asked Him 'Where was He when I needed him?' "God
said He was in the same place with me, as when His son Jesus was on the
cross He was right there, as He always is with all His children.
Oh, by the way, Mom, no one else can see what I've written except you.
To everyone else this is just a blank piece of paper. Isn't that cool? I
have to give God His pen back now. He needs it to write some more names in
the Book of Life. Tonight I get to sit at the table with Jesus for supper.
I'm, sure the food will be great.
Oh, I almost forgot to tell you. I don't hurt anymore. The cancer is
all gone. I'm glad because I couldn't stand that pain anymore and God
couldn't stand to see me hurt so much, either. That's when He sent The Angel of
Mercy to come get me. The Angel said I was a Special Delivery! How
about that? Signed with Love from: God, Jesus &Me.
 
posted by Imelda at 9:23 AM | 0 comments
Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia".

Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa
yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :
1. Piramida Besar di Mesir
2. Taj Mahal
3. Grand Canyon
4. Panama Canal
5. Empire State Building
6. St. Peter's Basilica
7. Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang
pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas
kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai
kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena
sangat banyaknya. " Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang
kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca,"Saya pikir Tujuh Keajaiban
Dunia adalah :
1. Bisa bersyukur
2. Bisa merasakan
3. Bisa tertawa
4. Bisa mendengar

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...

5. Bisa berbagi
6. Bisa mencintai
7. Dan bisa dicintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika ....
Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan
menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan
lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul
ajaib dalam kehidupan anda. bersyukurlah untuk apa yg telah anda dapatkan
sampai saat ini, .. karena itu sesungguhnya semua merupakan suatu
"keajaiban".
 
posted by Imelda at 9:13 AM | 0 comments
Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik ke arah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat.
Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat.
Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah. Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya. Sesaat setelah Ia duduk; "Mari kita mulai"; kataNya.
Sang Jaksa berdiri dan berkata, "Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka".
Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain. Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke pengacara sayapun saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan kesalahan saya .. yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu... sayapun merasa kesal dan sedih terhadap pengacara saya yang hanya dia dan tidak mencoba membela saya. Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik di dunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira kira sebandinglah. Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata "Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku".

Kemudian tiba giliran pengacara saya, pertama Diaminta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim.Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengankemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar ......Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku..... Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya "Hallo Ayah" dan berbalik sambil berkata " Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut... orang ini
pantas dihukum !!!". Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata "Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku". Tuhanku melanjutkan kalimatNya "Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak
mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas
kasihlah yang ia perlukan". Yesus duduk lalu berkata " Tidak ada hal
lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan". Sang Hakim lalu
mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata "Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup !!!!". Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satn menggerutu "Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali".
Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus; "Bapa pernahkah Engkau kalah dalam kasu seperti ini ???". Yesus tersenyum dan berkata "Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah
menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini....semua telah dibayarkan penuh !!!"
 
posted by Imelda at 9:11 AM | 0 comments
Friday, March 17, 2006
Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba
menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya
bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya.


Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebua batu besar di depan pondoknya.
Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh
kekuatannya.


Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia
bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering
menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan
seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya
dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan
tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil
bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong
batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri?
Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."


Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak
masuk akal dan salah.

Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah
semangat.


"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya.

"Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan
cukup baik."



Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk
berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.



"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu,
dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi
sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah
milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?'"

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian,"Sahabatku, ketika aku
memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa
tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti
yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau
mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang
padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi
apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu
tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan
kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak
dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser
batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar
untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan.
Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung
menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya
apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar
menuruti dan setia kepadaNya....

Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu
bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika
segalah sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)
Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H.

Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka
lakukan....

lakukan P.U.S.H.

Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus
dibayar....

lakukan P.U.S.H.

P. Pray

U. Until

S. Something

H. Happens

PUSH = Pray Until Something HAPPENS!! (Berdoalah sampai sesuatu
terjadi)
 
posted by Imelda at 6:02 AM | 0 comments
Suatu hari, seorang anak laki-laki yang miskin yang
pekerjaannya menjual barang dari pintu ke pintu
setelah sekolah, menemukan bahwa dia hanya punya 1
dime, dan ia sangat kelaparan.

Dia memutuskan untuk meminta makanan pada rumah
berikutnya. Tetapi dia kehilangan keberaniannya ketika
seorang wanita muda membuka pintu. Selain makanan, ia
minta segelas air. Wanita itu melihat anak itu sangat
kelaparan dan memberikannya segelas susu. Anak itu
minum perlahan dan bertanya, "Berapa saya berhutang
pada anda ?

"Anda tidak berhutang padaku apapun," wanita itu
menjawab. "Ibu selalu mengajarkan untuk tidak menerima
bayaran pada kebaikan".

Anak laki-laki itu menjawab "Maka saya akan
berterimakasih dari hatiku".

Anak laki-laki yang bernama Howard Kelly itu
meninggalkan rumah dan selain merasa kuat secara
phisik, ia juga dikuatkan imannya di dalam Tuhan. Dia
menjadi selalu siap sedia dan pantang menyerah.

Beberapa tahun kemudian wanita itu mengalami penyakit
yang cukup kritis. Dokter lokal sudah angkat tangan.
Dan akhirnya mengirim dia ke kota besar, dimana mereka
memasukkan ke sebuah rumah sakit spesialis untuk
menyelidiki penyakitnya. Dr. Howard Kelly dipanggil
untuk sebagai tenaga konsultasi. Ketika dia mendengar
nama kota asal wanita itu, sebuah cahaya memenuhi
wajahnya. Segera ia naik dan masuk ke kamar wanita
tersebut. Dengan mengenakan baju dokter dia
melihatnya. Ia mengenali wanita itu. Segera ia kembali
ke kantornya dan menentukan langkah terbaik untuk
menyelamatkan nyawa wanita itu.

Mulai hari itu dia memberikan perhatian spesial pada
kasus itu. Setelah mengalami peperangan, akhirnya
pertarungan dimenangkan. Dr. Kelly minta biaya-biaya
ditanggungkan atasnya. Dia menulis sesuatu dalam
tagihan itu, dan tagihan itu dikirimkan ke ruangan
tempat wanita itu berada. Wanita itu sangat ketakutan
untuk membukanya, dan dia sangat tidak yakin untuk
membayar tagihan itu. Akhirnya dia melihat, dan dia
tertegun melihat tulisan di samping tagihan itu. Dia
membacanya....

"Sudah lunas oleh satu gelas susu"

Tertanda
Dr. Howard Kelly

Air mata mulai menetes pada matanya, dan dengan hati
bersyukur, ia berdoa :"Terima kasih Tuhan, KasihMu
bekerja pada tangan dan hati dokter yang merawatku"


"jangan pernah kita mengingat setiap kejahatan yang
orang buat untuk kita tapi ingatlah selalu kebaikan
nya maka akan timbul kasih yang dalam untuk saling
menolong.........

GBU and take care
 
posted by Imelda at 5:59 AM | 0 comments
 
posted by Imelda at 5:44 AM | 0 comments
Thursday, March 09, 2006
YOU SAY GOD SAYS BIBLE VERSES
You say: "It's impossible" God says: All things are possible ( Luke 18:27)
You say: "I'm too tired" God says: I will give you rest ( Matthew 11:28-30)
You say: "Nobody really loves me" God says: I love you ( John 3:16 & John 3:34 )
You say: "I can't go on" God says: My grace is sufficient (II Corinthians 12:9 & Psalm 91:15)
You say: "I can't figure things out" God says: I will direct your steps (Proverbs 3:5-6)
You say: "I can't do it" God says: You can do all things (Philippia ns 4:13)
You say: "I'm not able" God says: I am able (II Corinthians 9:8)
You say: "It's not worth it" God says: It will be worth it (Roman 8:28)
You say: "I can't forgive myself" God says: I Forgive you (I John 1:9 & Romans 8:1)
You say: "I can't manage" God says: I will supply all your needs (Philippians 4:19)
You say: "I'm afraid" God says: I have not given you a spirit of fear ( II Timothy 1:7)
You say: "I'm always worried and frustrated" God says: Cast all your cares on ME (I Peter 5:7)
You say: "I don't have enough faith" God says: I've given everyone a measure of faith (Romans 12:3)
You say: "I'm not smart enough" God says: I give you wisdom (I Cori nthians 1:30)
You say: "I feel all alone" God says: I will never leave you or forsake you (Hebrews 13:5)

Believe God is there just for you..
 
posted by Imelda at 2:38 PM | 0 comments
Oleh Rm. John Lefteuw MSC.

Kerapkali kita sebagai orang Katolik dianggap kolot, menyembah
berhala dan sebagainya yang tak jarang dari kata-kata atau anggapan yang
demikian membuat orang-orang Katolik itu sendiri menjadi goyah
imannya dan tak sedikit dari mereka yang berpindah agama.

Banggakah Anda menjadi orang Katolik? Kalau iya, mengapa Anda bangga
menjadi orang Katolik? Apa sih istimewanya orang Katolik itu?
Terlepas dari apa pun jawaban Anda, ada satu keistimewaan yang kita punyai
sebagai orang Katolik. Yaitu TANDA SALIB.
Mengapa istimewa? Tanda salib merupakan suatu rangkaian doa yang walaupun singkat tetapi sangat
padat dan dalam maknanya.

Berikut ini penjelasan dari masing-masing bagian tanda salib :
"Demi Nama Bapa" (di dahi)
Hal ini menandakan bahwa Allah Bapa merencanakan, menciptakan, dan
menyelenggarakan segala sesuatunya. Otak adalah pusat segalanya.
Otak tempat kita berpikir, tempat kita merencanakan. Bapa merencanakan
Putra-Nya untuk datang ke dunia sebagai penyelamat yang
menyelamatkan umat manusia. Dan Bapalah yang menyelenggarakan segala karya dan
hidup Yesus. Oleh karena itu kita melanjutkan dengan:

"Dan Putra"
Di sini sering terjadi kesalahan karena banyak yang melakukan di
dada (horizontal dengan Roh Kudus). Yang benar adalah di pusar, karena
tali pusar adalah tali kehidupan, tali yang menyambung antara ibu dan
anak, di sinilah janin mendapat makan dan mendapat curahan kehidupan.
Dan Yesus lahir sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia dan
karya-Nya itu dimulai dari sejak kita masih berupa janin. Kita semua tahu bahwa
Yesus kemudian harus meninggalkan dunia untuk kembali kepada Bapa-Nya.

"Dan Roh Kudus" (horizontal di dada)
Bapa sangat mencintai kita dan terus berusaha menyelenggarakan
hidup kita sebaik-baiknya, maka Bapa mengirim Roh Kudus-Nya agar tetap
mendampingi, melindungi, dan menjaga kita, sehingga kita akan senantiasa
mengundang dan menghadirkan Allah Tri Tunggal kita dalam setiap
kehidupan, untuk senantiasa menjagai kita sampai kedatangan Allah
Putra kembali.

Dengan tanda salib tubuh kita telah dimeterai dan disucikan oleh
Allah. dalam segala kegiatan kita: sewaktu kita tidur, kita belajar, kita
bekerja, kita melakukan pelayanan, kita makan, kita susah, kita
senang, kita tertawa, kita menangis.
Jika kita membuat tanda salib itu berarti kita mengundang Allah Tri Tunggal untuk menjaga, melindungi kita
sehingga kita tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Bapa.

Tanda salib juga merupakan tanda persatuan kita dengan sesama umat
Katolik, misalnya jika kita makan di rumah makan, kemudian melihat
ada orang membuat tanda salib, kita pasti bilang : "Oh, orang itu orang
Katolik, dia saudara saya yang seiman."
 
posted by Imelda at 2:36 PM | 0 comments
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan
merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan
mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan
banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik
pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang, "Saya tidak
percaya Tuhan itu ada".

"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan.... untuk menyadari
bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang
sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit
ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang
akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia
tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan
pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di
jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar
"mlungker-mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
" Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima,

" Kamu kok bisa bilang begitu ??".

"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,
tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti
orang yang diluar sana", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. "

Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak
datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui."Itulah point utama-nya!. Sama dengan
Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU
DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang
sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!!



JIKA KAMU BERPIKIR TUHAN ADA, TERUSKAN INI,

JIKA TIDAK, HAPUS SAJA !!
 
posted by Imelda at 2:24 PM | 0 comments
Friday, December 23, 2005

Doa Bapa Kami

Jangan mengatakan BAPA
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak

Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu

Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi

Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH
NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya

Jangan mengatakan TERJADILAH
KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata
adalah berat dan pahit

Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI
PADA HARI INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar ,
orang buta huruf dan tanpa harapan untuk besok


Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN
KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap
saudaramu

Jangan mengatakan JANGANLAH MASUKKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN
kalau masih bermaksud berbuat dosa

Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI
DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan
kejahatan

Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata
doamu BAPA KAMI
 
posted by Imelda at 9:28 AM | 0 comments
Thursday, December 15, 2005
A letter from Jesus
As you well know, we are getting closer to my birthday. Every year there is a celebration in my honor and that this year the celebration will be repeated.

During this time there are many people shopping for gifts, there are many radio announcements, TV commercials, and in every part of the world everyone is talking that my birthday is getting closer and closer.

It is really very nice to know, that at least once a year, some people think of me.

As you know, the celebration of my birthday began many years ago.

At first people seemed to understand and be thankful for all that I did for them, but in these times, no one seems to know the reason for the celebration.

Family and friends get together and have a lot of fun, but they don't know the meaning of the celebration. I remember that last year there was a great feast in my honor. The dinner table was full of delicious foods, pastries, fruits, assorted nuts and chocolates. The decorations were exquisite and there were many, many beautifully wrapped gifts.

But, do you want to know something? I wasn't invited. I was the guest of honor and they didn't remember to send me an invitation.

The party was for me, but when that great day came, I was left outside, they closed the door in my face .. and I wanted to be with them and share their table.

They close their doors to me. Since I wasn't invited, I decided to enter the party without making any noise. I went in and stood in a corner. They were all drinking; there were some who were drunk and telling jokes and laughing at everything. They were having a grand time.

To top it all, this big fat man all dressed in red wearing a long white beard entered the room yelling Ho-Ho-Ho! He seemed drunk. He sat on the sofa and all the children ran to him, saying: "Santa Claus, Santa Claus" as if the party were in his honor!

At midnight all the people began to hug each other; I extended my arms waiting for someone to hug me and do you know no-one hugged me.

Suddenly they all began to share gifts. They opened them one by one with great expectation. When all had been opened, I looked to see if, maybe, there was one for me. What would you feel if on your birthday everybody shared gifts and you did not get one?

I then understood that I was unwanted at that party and quietly left.

Every year it gets worse. People only remember the gifts, the parties, to eat and drink, and nobody remembers me.

I would like this Christmas that you allow me to enter into your life.

I would like that you recognize the fact that almost two thousand years ago I came to this world to give my life for you, on the cross, to save you.

Today, I only want that you believe this with al! l your heart.

I want to share something with you. As many didn't invite me to their party, I will have my own celebration, a grandiose party

that no one has ever imagined, a spectacular party. I'm still making the final arrangements..

Today I am sending out many invitations and there is an invitation for you. I want to know if you wish to attend and I will make a reservation for you and write your name with golden letters in my great guest book.

Only those on the guest list will be invited to the party.

Those who don't answer the invite, will be left outside. Be prepared because when all is ready you will be part of my great party.

See you soon. I Love you!

Jesus

Share this message with your loved ones, before Christmas.
 
posted by Imelda at 4:00 AM | 0 comments
Dapat email kiriman seperti ini.... dan aku setuju

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan
pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan
tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya
setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku dipaksa
membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan
adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak
mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah
dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya
sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain.
Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang
diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku
selalu bersungut-sungut.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman
Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam
kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat
dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana.
Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah,
dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau
hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang
penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering
meninggalkannya, bermain bersama teman-teman,
bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia
sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat
tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku
meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu
berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang
kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku
yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja
mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar
orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu
memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak
pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia
sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang
bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga
perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja
bulanannya.
Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran,
kelembutan dan kasih saying mengajariku berjalan. Ia
mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka
di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di
perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda
dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan
seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak
berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga
kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku
dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan
segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang
kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti
apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu
meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang
berpendidikan, tapi doa di setiap sujudnya,
pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah
kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku
yang sekarang. Usai acara wisuda, ia langsung
menciumku saat aku bersimpuh di kakinya.
Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali
memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke
dunia ini.
Sungguh, kini setelah aku sibuk dengan pekerjaan, aku
baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya
tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku
akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat
cinta dan kasihmu kepadaku.




"Teruntuk semua Ibu dan yang akan menjadi Ibu"


......Love someone with what you do and the words you say
Love is not meant to be kept locked inside of us and hidden
So give it away "Give Love to someone today!" .....
 
posted by Imelda at 3:49 AM | 0 comments
Thursday, December 08, 2005
Doa berawal dari hati yang gelisah,

Dengarkanlah gejolaknya


Doa adalah kerinduan yang sebenarnya terhadap rumah kita,

Ikutilah bimbingannya
Doa itu seperti kebun,

Peliharalah... maka doa akan berbuah

Buatlah doa Anda pendek,

Cinta membutuhkan sedikit kata-kata

Berdoalah dimana saja,

Tuhan ada dimana-mana

Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja,

Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan



Bawalah kemarahan Anda dalam doa,

Logam yang panas bisa dibentuk



Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh,

berdoalah, Tuhan tetap mencintai Anda



Berdoalah bila Anda cemas,

Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan

dipertimbangkan secara sehat





Bila karena suatu hal Anda tidak bisa berdoa, bersantailah

Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa

Bila doa mengajak Anda untuk mengambil risiko, beranilah

Tuhan akan mendukung Anda



Bila Anda merasa sedih atau menyesal, menangislah

Airmata adalah doa dari hati

Jika Anda tidak menyukai seseorang, berdoalah untuk dia

Doa mengungkapkan Tuhan yang tersembunyi



Bila Anda menerima kabar buruk,

tegarlah Doa memberi cahaya



Bila penyakit, usia, kepedihan atau kecemasan
merusak konsentrasi Anda, bersantailah

Tuhan adalah seorang sahabat yang penuh pengertian



Jika doa membuat Anda menjadi pasif dan acuh tak acuh,

itu bukanlah doa,

Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan



Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa,

Ketenangan menarik anda kepada Sang Maha Besar



Gunakanlah saat-saat ribut untuk berdoa,

Kegaduhan adalah hiruk pikuk ciptaan yang mencari Tuhan





Berdoalah bila Anda merasa kesepian,

Doa membuat Anda ditemani oleh para malaikat



Bila hidup ini terasa kejam dan tak adil, berdoalah terus,

Tuhan adalah karenanya, bukan penyebabnya.



Bila hati Anda penuh dengan rasa syukur, biarkanlah demikian

Roh Tuhan sedang berdoa didalam diri Anda


Bila Anda terpesona dihadapan misteri, biarkanlah demikian,

Roh Tuhan sedang berdoa didalam diri Anda



Berdoalah dalam tidurmu,

Tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta Tuhan



Berdoa adalah bernafas,

Lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi oleh kehidupan

By Martin Luther King, Jr.
 
posted by Imelda at 6:17 AM | 0 comments
Tuesday, November 29, 2005
Seorang lelaki mendatangi imam di pastoran. Dia ingin membuat lelucon maka ia bertanya kepada pastor, "Bagaimana roti dan anggur bisa berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus?"

"Dirimu sendiri saja bisa mengubah makanan yang kamu telan menjadi daging dan darahmu, mengapa tidak mungkin Kristus melakukan hal yang sama?" Pastor itu menjawab.

Orang itu tidak menyerah. Ia bertanya lagi, "Tetapi, bagaimana Kristus dapat berada dalam hosti yang kecil?"

"Nyatanya, pemandangan yang amat luas di hadapanmu dapat masuk dalam matamu yang kecil."

Ia masih mendesak, "Bagaimana Kristus hadir dalam semua gereja pada saat yang serentak sama?"

Pastor kemudian mengambil sebuah cermin... Ia menyuruhnya untuk bercermin, lalu ia menjatuhkan cermin itu ke lantai. Pastor berkata kepadanya, "Hanya ada kamu dan kamu bisa menemukan wajahmu dalam kepingan-kepingan cermin ini pada saat yang serentak sama."

************************************
 
posted by Imelda at 11:42 AM | 0 comments

Ya Allahku,
aku sangat bersyukur kepadaMu,
Engkau masih memberikanku kehidupan,
Engkau masih menyertaiku saat aku merasa sendirian dan sunyi.
KepadaMu ya Yesus aku serahkan segalanya.

Aku sangat mencintaiMu Tuhan.
Engkau telah memberikan kepadaku,
bahkan apa yang tidak aku minta.
Engkau mengasihiku bahkan juga keluargaku,
teman - temanku, dan semua orang yang ada di sekitarku.
Aku tidak tahu lagi bagaimana harus membalas
semua kebaikanMu ya Tuhan.

Tuhan Yesus, aku mohon cukuplah kasihMu kepadaku,
berikanlah juga kepada yang lainnya yang juga
membutuhkan kasihMu itu.
Mereka juga ingin dikasihi dan diperhatikan olehMu Tuhan.
Mereka menangis dan mengaduh di dalam doa
dan pergumulan hidup mereka.
Mereka meratap dan berpuasa,
memohon agar Engkau datang menghampiri doa-doa
dan persembahan hati mereka.
Tuhan Yesus dengarkanlah,
hanya kepadaMu aku berdoa dan
berterima kasih atas penyertaanMu
kep ada setiap orang yang berlindung padaMu.

Amin
 
posted by Imelda at 11:04 AM | 0 comments
Saturday, November 26, 2005
Saat Teduh Sabtu; 26 November 2005

Pembacaan Alkitab: Lukas 6:27-33

Kasihilah musuhmu

27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang-orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.

"MELEBIHI MATA ALLAH"

Lukas 6:33
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang-orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.

RENUNGAN:

Pada musim gugur tahun yang lalu, keluargaku membiarkan seekor laba-laba tinggal di ruma h kami. Segera dia membuat jaringnya pada kisi jendela rumah kami; dan mennati serangga-serangga terperangkap di jaringnya untuk dijadikan santapa sorenya. Sejak tinggal di rumah kami, laba-laba itu tidak lagi mencari makanan, tidak membuat jaring, dan hanya tidur nyenyak di pojok jendela itu. Suatu hari aku memperhatikan betapa laba-laba itu kelihatan kurus dan lelah. Lalu, aku tersadar bahwa laba-laba itu belum pernah menangkap serangga-serangga untuk makanannya. Maka, aku meminta suamiku menangkap serangga-serangga di halaman untuk diberikan kepada laba-laba itu.
Dengan meluangkan waktu untuk memperhatikan makhluk yang sebelumnya membuatku jijik itu, aku belajar menghormati dunianya dan peduli akan kesejahteraannya. Aku mulai memikirkan sikapku terhadap beberapa orang. Antara lain, Yesus memerintahkan kita untuk berdoa bagi mereka yang hidup dalam dosa dan musuh-musuh kita. Saat kita melakukannya, kita m emandang mereka melalui mata Allah - sebagai bagian dari ciptaan-Nya yang layak menerima penebusan.

Doa:
Allah Bapa, ampunilah kami karena meremehkan manusia yang Kauciptakan. Tolong kami untuk melihat setiap orang yang kami jumpau dengan mata kasih-Mu. Amiin.

Pokok pikiran:
Mengasihi musuh dimulai dengan berdoa bagi mereka.

Doa syafaat:
Para musuh kita.

* Saat Teduh BPK Gunung Mulia - Jakarta - Indonesia, Sabtu 26 November 2005; - Jennifer Parra (Texas) *
 
posted by Imelda at 4:06 AM | 0 comments
Tuesday, November 01, 2005
Renungan:



Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum.

Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata,

"Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"

Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.

Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata,

"Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."

"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.

"Apa , maaf?" tanya wanita itu denga gusar.

"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.

Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? SayaNy. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.

Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.

Sampai saati ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperan gkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.
.
 
posted by Imelda at 9:20 PM | 0 comments
Beginilah kira-kira bila Tuhan sedang bercakap-cakap dengan kita....




PERJALANAN KE MONAS

===================
TUHAN (T) :Pernah dengar istilah toleransi agama?

MANUSIA (M):Pernah, kenapa memangnya?

(T):Apa definisimu tentang itu?

(M) :Toleransi ya..memberikan kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk melakukan peribadatannya masing-masing.

(T) :Betul. Dan menu rutmu apakah sudah berjalan dengan baik ?

(M) :Lumayan deh.

(T) : Belum maksimal sayangnya. Toleransi adalah suatu langkah maju
perkembangan spiritual manusia, revolusioner dan merupakan awal dari
perdamaian yang kamu cari-cari itu. Toleransi adalah tanda-tanda awal kebangkitan spiritual. Namun sayangnya, sebagian pemimpin agama masih melihat agama yang lain sebagai 'saingan', sehingga melarang pengikutnya untuk berkecimpung dengan agama lain, bahkan melarang untuk sekedar mengucapkan selamat hari raya mereka. Apalagi merayakannya bersama-sama.

(M) :Ya bagaimana mungkin merayakannya bersama-sama. Tuhannya kan beda.

(T) :Kata siapa?

(M) :Ya bedalah jelas. Namanya saja beda.

(T) :Kamu tau air kan?

(M) :Ya. Kenapa memangnya ?

(T) :Orang Amerika/Inggris menyebutnya water. Bangsamu menyebutnya air. Bangsa lain, ambil contoh Jerman bilang itu wasser. Wong Jowo bilang banyu. Tapi secara "benda" sama kan? Itu-itu juga.

(M) :Ya itu kan air. Kalau udah ngomongin Tuhan ya nggak bisa dong disamakan begitu saja.

(T) :Oke, kamu pernah punya nama julukan?

(M) :Wah banyak.

(T) :Dan setiap kali kamu dipanggil dengan nama-nama yang berbeda-beda itu, kamu menoleh tidak?

(M) :Ya, aku kira ya. Meskipun kalau nama julukannya kadang cenderung menghina, aku agak sebal juga.

(T) :Tapi kamu mengerti kan kalau julukan itu ditujukan untukmu?

(M) :Iya sih.

(T) :Kalau kamu saja tidak keberatan dipanggil dengan nama macam-macam, mengapa Aku harus keberatan? Apakah Aku akan tersinggung jika saja ada yang memanggilKu dengan nama yang 'menurutmu' buruk? Aku Yang Serba 'Maha' darimu, masih punya rasa tersinggung? Panggilan yang berbeda-beda itu kan menuju ke kamu, yang itu-itu juga kan? Orangnya sama.

(M) :Loh tapi kan secara wujud, Tuhannya memang beda-beda.

(T) :Ah kamu itu...lucu...tahu dari mana sih? Kalau secara wujud memang beda-beda....berarti Tuhanmu tidak sempurna dong, karena punya saingan yang lain...ya nggak? Sementara bukankah kamu percaya Tuhanmu itu satu?

(M) :Iya aku percaya itu. Tetapi konsep Tuhan agama-agama lain kan beda. Ada yang percaya dewa-dewa, bahkan.

(T) :Tapi lihat intinya, sayang. Intinya, mereka mengakui kalau ada 'wujud yang lebih tinggi', yang menguasai segalanya. Dan umumnya di agama-agama yang mengakui adanya dewa-dewa, tetap ada satu dewa yang paling berkuasa dari yang lain. Dan Aku mengerti akan hal ini, dan tidak mempermasalahkannya sama sekali.

(M) :Hmmm. Jadi maksudmu Tuhan yang berbeda-beda nama itu, dan konsep yang berbeda-beda itu sebenarnya mengacu pada Tuhan yang sama?

(T) :Aku tidak akan menjawab itu, tapi aku coba analogikan begini. Kamu ditugaskan untuk pergi ke Monas, Jakarta dari kotamu, Semarang. Kamu belum pernah ke Jakarta sebelumnya. Kamu mencoba mencari tahu naik apa yang paling aman. Akhirnya kamu memutuskan untuk naik pesawat terbang dulu ke Jakarta. Pada saat naik pesawat terbang, kamu sebelumnya juga sudah memilih maskapai mana yang kamu anggap paling aman dari sekian banyak maskapai yang ada. Setibanya di Jakarta, dari airport kamu memutuskan untuk naik taksi, langsung ke Monas, karena paling praktis, dan tidak perlu bertanya-tanya kepada banyak orang. Nah menurutmu, apakah jalan menuju Monas hanya melalui rute itu?

(M) :Tentu saja tidak.

(T) :Nah sekarang jika kita analogikan agama sebagai rute tadi, dan Monas sebagai Diriku. Menurutmu, rute ke Monas dari Semarang ada berapa banyak?

(M) :Wah ya banyak sekali, bisa ribuan kemungkinan.

(T) :Nah seperti itulah jalan menujuKu. Tapi apa yang terjadi di duniamu sekarang ini adalah masing-masing rute meng-klaim bahwa rutenyalah yang paling be nar, paling aman. Dan semakin banyak orang yang mengikuti salah satu rute misalnya, timbullah kelompok-kelompok. Hingga akhirnya terjadi persaingan antara kelompok-kelompok rute ini untuk berlomba-lomba mendapatkan 'pelanggan' sebanyak-banyaknya. Pelanggan dari rute lain pun kalau perlu mereka bajak dengan cara apapun, ya karena itu tadi, mereka merasa paling aman, sehingga seolah-olah ingin berusaha 'menyelamatkan' pelanggan dari rute yang lain, yang menurut mereka tidak aman. Kalau ada
yang bilang rute ini yang paling aman, kamu percaya?

(M) :Belum tentu.

(T) :Jadi, aktivitas yang sekarang terjadi di dunia ini bukannya "nongkrong di Monas" rame-rame sama Aku, malahan sibuk rebutan pelanggan sepanjang perjalanan. Masing -masing rute berusaha menarik sebanyak-banyaknya pelanggan ke rutenya masing-masing. Kapan sampai ke Monas-nya?

(M) :Wah itu analogi yang menarik.

(T) :Tunggu sampai kau dengar analogi berikutnya. Sekarang kamu bayangkan kamu berada di dalam salah satu pesawat dari sekian puluh rute yang ada, yang telah kamu pilih. Di dalam pesawat itu, ada banyak kursi bukan? Masuk akal tidak kalau kamu bilang kursi yang paling aman yang paling depan, atau yang paling tengah?

(M) :Suatu pernyataan yang tidak mendasar.

(T) :Nah, tetapi itulah yang terjadi di duniamu sekarang. Kita analogikan pesawat itu sebagai salah satu agama. Kamu tahu, bahkan di dalam suatu agama itu terpecah-pecah lagi ke dalam kelompok-kelompok, seperti analogi kursi tadi. Seolah-olah kursi yang satu lebih 'benar' dari yang lain, meskipun kendaraannya sama, dan tujuannya sama.

(M) :Wah ngeri ya.

(T) :Analogiku belum selesai. Kamu tahu, bahkan ketika kamu duduk di salah satu kursi itu, bisa timbul perdebatan lagi.

(M) :Hah? Maksudnya?

(T) :Ya, posisi duduk kamu juga bisa dipertentangkan, tahu tidak.
Larangan-larangan seperti kamu tidak boleh tidur, atau melihat ke luar jendela misalnya, bisa saja timbul. Bahkan pakaian yang kamu pakai, ukuran celana atau baju kerap menjadi masalah, mana yang benar. Masuk akal nggak kalo ada yang bilang, kalo di pesawat, kamu harus duduk di kursi tengah, celananya harus blue jeans, kakinya harus dilipat, dan jangan tidur, supaya kamu aman dan selamat sampai tujuan ?

(M) :Yang benar saja.

(T) :Ya. Kamu bisa bilang begitu. Tapi itulah yang terjadi di duniamu sekarang. Jadi kalo kita kembali ke analogi 'pesawat-kursi-posisi duduk di kursi' tadi, kira-kira begitulah yang terjadi dengan sebagian agama yang besar. Dalam satu agama, mereka terpecah-pecah lagi ke dalam kelompok-kelompok (layaknya pesawat dengan kursi-kursi nya), dan masing-masing kelompok memperdebatkan 'cara' ritual yang benar (layaknya duduk di kursi memperdebatkan posisi duduk yang benar), sehingga terpecah-pecah lagi ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil lagi, begitu seterusnya. Menurutmu perlu nggak sih memperdebatkan hal-hal kecil semacam itu, sementara banyak hal besar yang lain yang lebih penting, perdamaian yang kamu cari-cari contohnya?

(M) :Aku tidak bisa berkata apa-apa. Memang begitu kenyataannya. Dan tentu saja hal-hal kecil seperti itu tidak perlu diperdebatkan.

(T) :Menurutmu, Aku, Yang Serba Maha Ini, apakah masih terbatasi dengan pakaian yang kamu pakai pada saat kamu mencari jalan kepadaKu, masih terbatasi dengan 'hanya satu ritual yang benar', 'hanya satu kelompok yang benar' , dan hal-hal kecil lainnya? Coba kamu pikirkan kembali.

(M) :Betul juga.

(T) :Sekarang kita kembali ke rute kita secara keseluruhan tadi, perjalananmu dari Semarang ke Monas, mencoba menjawab pertanyaanmu tadi.
Seberapapun banyaknya rute yang menuju ke Monas, Monas-nya kan tetap cuma satu, itu-itu juga, apapun orang memanggilnya. Monas, Monumen Nasional, National Monument, dll. Sama seperti analogi air dan nama julukanmu tadi. Nah sekarang menurutmu, rutemukah yang paling benar?

(M) :Tidak juga. Jadi semuanya benar?

(T) :Tidak juga, ada juga rute yang sengaja menyesatkanmu, misalnya dengan membuat Monas-monas yang lain. Rute-rute yang tidak menuju ke Monas, padahal bilangnya ke Monas, tentu menyesatkan.

(M) :Jadi bagaimana tahunya?

(T) :Hatimu pasti bisa membedakannya.
 
posted by Imelda at 9:16 PM | 0 comments
Tuesday, October 25, 2005
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.

Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.

Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"

" Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

"Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai.

"tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,...

ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah"

"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata

"Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"

Ana, terhenyak mendengar hal tsb.

"Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang"

Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.

SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA.
TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

PIKIRKANLAH HAL ITU......

APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.
 
posted by Imelda at 8:19 AM | 0 comments
Sunday, October 23, 2005
Jalan Salib di Via Dolorosa


terima kasih Tuhan Engkau telah melindungi papa dan mama dalam perjalanan ke yerusalem, israel, gunung sinai dll. betapa bahagianya bisa mengikuti tapak tilas Yesus sendiri.
 
posted by Imelda at 6:36 AM | 0 comments
Sunday, October 16, 2005
Berterima kasihlah untuk apapun yang anda miliki dan ucapkan doa ini :



ü Terima kasih Tuhan!

ü Terima kasih Tuhan untuk Alam semesta yang agung!

ü Terima kasih Tuhan untuk planet yang berlimpah ini.

ü Terima kasih Tuhan untuk hidup saya.

ü Terima kasih Tuhan untuk kehidupan semua yang saya kasihi.

ü Terima kasih Tuhan untuk keajaiban mutlak dari bayi-bayi,hewan-hewan,musik,alam,cinta dan tahun baru ini.

ü Terima kasih Tuhan untuk kedermawanan yang luar biasa dari teman-teman.

ü Terima kasih Tuhan untuk hari baru ini!

ü Teirma kasih Tuhan untuk waktu bersama yang ajaib ini.

ü Terima kasih Tuhan untuk makanan ini.

ü Terima kasih Tuhan untuk kedamaian ini.

ü Terima kasih Tuhan untuk kasihmu.

ü Terima kasih Tuhan!.



Berjanjilah pada diri sendiri :

ü Menjadi begitu kuat sehingga tidak ada yang dapat menganggu kedamaian pikiran anda.

ü Untuk mengharapkan kesehatan , kebahagiaan , dan kemakmuran kepada setiap orang yang anda temui.

ü Untuk membuat semua teman anda merasa bahwa ada sesuatu yang luar biasa dalam diri mereka.

ü Untuk melihat sisi terang dari setiap hal dan membuat optimisme anda menjadi kenyataan.

ü Untuk memikirkan hanya yang terbaik ,bekerja untuk yang terbaik dan mengharapkan hanya yang terbaik.

ü Untuk menjadi sama antusiasnya atas keberhasilan orang lain seperti anda antusias dengan keberhasilan anda sendiri.

ü Melupakan kesalahan-kesalahan masa lalu dan berjuang menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan.

ü Untuk mengenakan wajah ceria sepanjang waktu dan tersenyum kepada setiap makhluk hidup yang kau temui.

ü Untuk memberikan banyak waktu untuk memperbaiki diri sendiri sehingga anda tidak memiliki waktu untuk mengkritik orang lain.

ü Untuk menjadi terlalu besar untuk khawatir,terlalu mulia untuk marah , terlalu kuat untuk takut , dan terlalu bahagia untuk mengizinkan hadirnya persoalan.
 
posted by Imelda at 3:37 PM | 0 comments
Mother of all mankind
 
posted by Imelda at 12:13 PM | 0 comments
Ada seorang pria, termasuk anak lelakinya, suka mengkoleksi karya seni
yang langka. Mereka memiliki seluruh koleksi karya seni yang pernah ada,
dari Picasso sampai Raphael. Bapa dan anak ini seringkali duduk bersama
dan mengagumi keindahan karya-karya seni tersebut.

Ketika terjadi perang Vietnam, anak lelaki ini diutus ke medan peperangan.
Seorang pemuda yang gagah berani dan gugur di medan perang ketika ia
sedang menyelamatkan jiwa prajurit lain. Hati

ayahnya hancur ketika ia mendengar hal tersebut, menangisi kepergian anak
tunggalnya.

Sebulan kemudian, sesaat sebelum hari Natal, terdengar sebuah ketukan di
pintu rumahnya. Seorang anak muda berdiri di depan pintu membawa sebuah
bingkisan besar. Dan berkata, "Tuan, Anda tidak

mengenal saya, tetapi saya adalah prajurit yang diselamatkan oleh anak
Anda.. Ia menyelamatkan banyakjiwa hari itu, dan ia sedang menggendongku
ke tempat yang aman ketika ia ditembak, tepat terkena dihatinya.. dan ia
meninggal seketika. Anak Tuan seringkali berbicara tentang Anda dan
kecintaan Anda terhadap karya seni."

Kemudian anak muda itu menyerahkan bingkisan yang dibawanya. "Saya tahu
pemberian saya ini tidak terlalu banyak. Saya bukanlah seniman yang hebat,
tetapi saya rasa anak Tuan akan menginginkan Tuan memilikinya."

Si Ayah membuka bingkisan tersebut. Lukisan itu adalah lukisan anaknya,
yang dilukis sendiri oleh prajurit muda itu. Ia terbelalak kagum menatap
lukisan anaknya, bagaimana prajurit muda itu mampu

menangkap kepribadian anaknya, dan menuangkannya dalam lukisan. Dan
perhatian sang ayah juga tertarik pada sinar mata anaknya, membuatnya
begitu terharu sehingga ia meneteskan air mata.

Sang ayah mengucapkan terima kasih kepada prajurit muda tersebut dan
menawarkan uang untuk menggantikan hadiah itu. "Oh, tidak Tuan.. Saya
tidak akan pernah mampu membayar kembali kebaikan anak Tuan. Ini adalah
hadiah.."

Lukisan itu kemudian digantungkan di ruang tamunya. Setiap kali tamu
berkunjung ke rumahnya, ia menunjukkan mereka lukisan anaknya terlebih
dahulu, sebelum ia menunjukkan koleksi seninya yang lain.

Dan beberapa bulan kemudian, sang ayah meninggal dunia. Dan diadakan
lelang besar untuk koleksi lukisannya. Orang-orang kaya dan terhormat
datang berkumpul, merasa senang bahwa pada akhirnya mereka mempunyai
kesempatan untuk memiliki karya-karya seni yang langka sebagai koleksi
mereka.

Lukisan sang anak diletakkan di atas mimbar. Pelelang kemudian memukulkan
palunya, "Lelang akan dimulai dengan lukisan sang anak. Siapa yang akan
menawar lukisan ini?"

Ruangan tersebut tiba-tiba hening. Dari arah belakang terdengar suara,
"Kami ingin melihat lukisan-lukisan terkenal! Lewati lukisan ini!"

Tetapi pelelang tetap berkata, "Apakah ada yang menawar lukisan ini?
Dimulai dari $100? $200?"

Terdengar suara lain yang mulai marah, "Kami tidak datang untuk melihat
lukisan ini. Kami mau melihat Van Gogh, Rembrandt.. Jangan main-main.
Mulailah serius!"

Namun, pelelang tersebut tetap berkata, "Sang Anak! Sang Anak! Siapa yang
akan mengambil Sang Anak?". Akhirnya, terdengar suara dari belakang
ruangan. Suara tukang kebun keluarga tersebut. "Aku akan berikan $10 untuk
lukisan itu." Karena ia miskin, ia hanya sanggup memberikan $10.

"Ada $10! Siapa yang akan menawar $20?"

"Biarkan ia membayar $10! Sekarang ayo perlihatkan kami lukisan yang
lain!"

"$10! Siapa yang akan menawar $20?"

Para tamu mulai marah. Mereka tidak ingin melihat lukisan sang Anak.
Mereka hendak mengeluarkan uang dan menginvestasikannya pada koleksi
lukisan yang langka dan mahal!

Si pelelang memukul-mukulkan palunya ke atas meja, "Satu! Dua! TERJUAL
untuk $10!" Seorang pria yang duduk di barisan kedua mulai berteriak,
"Sekarang ayo serius mulai dengan pelelangan ini!!!"

Pelelang itu kemudian meletakkan palunya. "Maaf. Acara lelang sudah
berakhir."
"Apa?? Bagaimana dengan lukisan-lukisan yang lain??"
"Maaf. Ketika saya diminta untuk mengadakan lelang ini, saya diberitahukan
bahwa acara lelang ini adalah salah satu rahasia untuk dilakukan dalam
surat wasiatnya. Dan saya tidak boleh membuka

rahasia tersebut sampai acara ini berakhir. Hanya lukisan sang anak yang
boleh dilelang. Sia pa yang membeli lukisan tersebut akan memiliki seluruh
harta kekayaannya, properti, tanah, termasuk

seluruh koleksi lukisannya. Bapak yang membeli lukisan sang Anak
memperoleh semuanya!!

Tuhan memberikan AnakNya 2.000 tahun yang lalu untuk mati di kayu salib.
Seperti pelelang tersebut berkata, pesan hari ini adalah

"Sang Anak, sang Anak!! Siapa yang mau mengambil sang Anak?" Karena Anda
lihat, siapa yang mengambil Sang Anak memperoleh semuanya.

Terj. bebas: Azallea Lesmana (Untuk kalangan sendiri)

Pengarang: Tidak diketahui

Lamar Boschman - "When I worship, I would rather my heart be without
words than my words be without heart."
 
posted by Imelda at 12:26 AM | 0 comments
Saturday, October 15, 2005
Ihik..ihik...ihik.. jadi tersentuh membacanya...
terkadang aku masih kurang mensyukuri perbuatan-NYA....



Gusti Allah ora sare... (Tuhan tidak pernah istirahat)

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.

Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana.

Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang
sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...,"
begitu k atanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang
pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja."

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk.
Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.

Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja,
mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung
mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih,
orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah
saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil
menghisap rokok dalam-dalam.

"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah,
rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja
tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya
akan membuat Bapak itu tambah sedih.
Namun, agaknya saya keliru...

"Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya."
Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung
kalau besok masih hujan.....".

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare".
Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.
Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya,
tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau
dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di
hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi
banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi,
dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat,
bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus
bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun
rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah
berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi
petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang
mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu
pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak saya.
"Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah,hujan telah
reda, dan sayapun telah selesai makan.

Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora
Sare..... Gusti Allah Ora Sare.....

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya.
Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara
yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya
tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan
istimewa.

Aku berdoa agar diberikan kekuatan...Namun,
Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...Namun,
Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...Namun,
Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.

Aku berdoa agar diberikan keberanian...Namun,
Allah memberikanku persoalan agar aku mampu menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang..... Namun,
Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku
dapat berbagi dengannya.

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...Namun,
Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.

Sahabat, terima kasih telah membaca.
Silahkan memforward email ini ke sahabat2mu, yang engkau cintai dan
teman-teman lain. Bagi dan berikanlah yang terbaik untuk mereka
 
posted by Imelda at 11:33 PM | 0 comments
DEAR ALL,



Akibat Kenaikan BBM ternyata telah dirasakan orang kecil bahkan akibat
kenaikan ini menimbulkan sebuah "perkelahian" kecil yang sebenarnya
tidak pantas dilihat dan dilakukan.

Siang ini ketika saya akan ke klinik, saya menumpang KWK jurusan Cilincing.
Di perempatan jalan, ada seorang penumpang yaitu ibu setengah baya yang
mengetok pintu KWK dan ingin turun diperempatan itu dan ibu itu membayar
ongkos KWK.

Ibu itu mengeluarkan uang lembaran seribuan dan uang itu diterima oleh
pak sopir dan karena merasa kalau uang bayaran kurang pak sopir
memanggil ibu itu dan meminta tambahan bayaran yaitu Rp. 500.00.

Ibu itu malah marah marah dan mengatakan hal yang macem macem dan tidak
enak di dengar sambil melemparkan koin Rp.500,00 ke arah sopir.

Sopir ternyata tidak terima dengan perlakuan ibu itu dan melempar balik
koin lima ratusan itu dan tepat mengenai kepala ibu yang tadi melemparkan koin kearah sopir.

Tentu ibu itu menjadi semakin marah dan semakin bicara ngawur dengan
"menghujat" sopir itu.
Lha pak soper dengan entengnya membalas hojatan ibu itu dengan kata kata
yang tidak kalah kasar malah sampai mengatakan," ngapain pakai jilbab
tapi tidak bisa menghormati orang lain. lebih baik dilepas saja dan tidak mencemari agama. saya beragama....... menjadi malu dengan kelakuan ibu yang tidak punya sopen santun itu".

Perang mulut itu semakin menjadi dan karena ada ibu yang juga berjilbab
dan lebih tua dan kelihatan alim melerai perang itu dan mengatakan,"
sudah bang, malu masak sesama ..... kok berantem. nanti saya yang bayar
ongkos ibu itu".

Sopir menjawab," bukan masalah bayaran bu haji, tapi masalah sopan
santun".

Akhirnya sopir kembali mengemudikan mobil sambil masih terus mengumpat
dan kami yang ada dimobil hanya bisa menghibur pak sopir dan meminta
tetap tenang.

Inilah sedikit kejadian yang diakibatkan kenaikan ongkos angkutan dan
ini karena kenaikan bbm kemarin.

Bukankah ini hanya hal yang sepele yaitu tentang uang lima ratus rupiah.
Namun dibalik recehan lima ratus rupiah ini teryata terjadi perang panas
yang siap meluluh lantakkan hati dua insan yang masih satu saudara dalam
iman.

Mengapa hal sekecil itu menjadi masalah ?
Ini karena hal kecil pun diburu oleh orang untuk mempertahankan hidupnya.
Mempertahankan hidup memang tidak mudah karena harus mengumpulkan
recehan demi recehan agar bisa membeli sesuatu yang bisa memperpanjang
nafas kehidupan ini.

Disisi lain……

Sewaktu saya sampai di Klinik.
Saya bertemu kembali dengan ibu yang berat badannya 24 kg seperti yang
saya ceritakan pada kisah terdahulu.
Ibu ini membawa hasil rongsen dan hasil laborat untuk diperiksa dokter.
Ternyata ibu ini menderita TBC yang sudah cukup parah.

Ibu ini akhirnya diberi obat TBC dan diminta rutin datang untuk
mengambil obat setiap sepuluh hari sekali.
Tapi ibu itu keberatan karena ia tidak punya uang maka kami membebaskan
biaya ibu itu untuk setiap pengambilan obat.
Sewaktu ibu itu menerima obat, salah satu perawat kami memberi saran
kepada ibu itu agar mengkonsumsi makanan yang bergizi.
Ibu itu menjawab saran perawat itu dengan air mata yang berlinang,
"bagaimana makan yang bergisi bu dokter ( ia memanggil perawat dengan
panggilan dokter), lha makan saja saya jarang karena kami tidak bisa
masak setiap hari dan kalau ada makanan yang makan hanya anak anak dan
saya lebih baik tidak makan".

Saya menjadi sedih melihat ibu itu. maka saya panggil anaknya dan saya
minta dokter sekalian memeriksa anaknya dan dokter mengatakan kalau
anaknya tidak apa apa dan besok dirongsenkan saja agar tahu apakan dia
tbc atau tidak.

Dokter hanya menyarankan kalau anak itu perlu diberi susu atau kacang
hijau agar anak itu lebih sehat dan tidak kelihatan pucat. Memang anak
itu kelihatan gemuk namun wajahnya pucat tidak seperti anak anak yang
lainya

Maka sebelum ibu itu pulang Hanky memberikan susu untuk ibu dan anak itu
sebanyak 20 saset agar sepuluh untuk anaknya dan yang sepuluh untuk
ibuknya dan saya tanyakan apakah ibu mendapat dana dari pemerintah yang
besarnya Rp 100.000,00 sebulan.

Ibu itu menjawab kalau ia dan keluarganya tidak mendapatkan bantuan itu
karena ia tinggal di daerah yang tidak ada RT maupun RWnya.
Ibu itu mengatakan kalau bantuan yang diterima hanya dari sekolah
anaknya yang sekolah di TK yang ada di ruang sebelah
Lha ruang sebelah adalah sekolah pra sekolah milik kami juga.

Inilah kejamnya kehidupan.

Ternyata masih ada ibu yang tidak makan sehari bahkan lebih demi anak
anaknya.
Bukankan ini hal yang mengharukan sekaligus menyedihkan menyayat hati.
Dilain pihak banyak orang sering menyimpan makanan sampai kadaluwarso
dan bahkan banyak yang membuang makanan serta kalau makan banyak orang
yang tidak habis lalu dibuang dan menjadi sampah yang membuat mamper got
yang ada disekitar rumah.

Jadi sungguh bukan hisapan jempol kalau kesulitan itu masih ada dan akan
bisa ditemukan kalau mata sungguh terbuka dan orang mau mendekati dan
mendengarkan keluh kesah dari banyak orang yang hidup dalam disekitar
kita.

Jujur saya sering melihat ibu ini dan malah sering bercerita banyak
namun belum pernah bercerita tentang makan dan bagaimana beliau tidak
makan demi anak anaknya.

Pantesan beliau kalau mengantar anaknya hanya duduk sendiri di sudut
bangunan dan tidak bergabung dengan ibu yang lain.
Ini mungkin minder atau merasa tidak layak bergabung dengan banyak orang
yang lebih beruntung dari hidupnya.

pengalaman hari ini sungguh menampar hati saya.
Kesulitan memang sungguh menggigit dan menjerat orang kecil.
Sungguh uang recehan limaratusan menjadi barang yang berharga sekali
bagi kehidupan orang kecil apalagi kehidupan orang yang sulit sekali
mendapatkan sesuap nasi.


Bagi kita uang limatarusan adalah hanya untuk "kerokan" dan segera
dilempar ke sudut ruangan kalau sudah selasai digunakan.

Dua kejadian ini menjadi bukti kalau kenaikan bbm ternyata memang
mencekik mereka yang telah hidup dalam lembah kesulitan.

Dan perhatian pemerintah kepada mereka yang hidup dilembah kesulitan ini
juga tidak bisa sampai karena keberadaan mereka memang sangat dalam dan
jauh dari jangkauan pemerintah yang sibuk menjangkau ayng lain.

pemerintah bekerja atas dasar struktur yang bisa dipercaya sedangkan
ratusan bahkan jutaan orang hidup tidak dibawah struktur dan mereka liar
mendiami pinggir sungai, tanah sengketa dan tanah pemerintah dan mereka
tidak masuk dalam instasi yang bernama RT maupun RW.

Mereka hidup dan tidak dilirik oleh aparat yang berwajib baru dilihat
kalau mau digusur atau "diberangus" keberadaannya.

Lha dibawah kekuasaan aparat RT dan RW saja sudah banyak yang miskin
ngapain ngurusi yang hidup liar? Jadi masalah saja.
Ini mungkin pemikiran aparat yang diberi wewenang mendata keberadaan
orang miskin.
Maka hanya kitalah yang bisa menjangkau mereka yang ada dalam jurang
kesulitan itu, karena tangan pemerintah tidak bisa sampai menjangkau
disana.
Mari bersama menyambungkan tangan dan hati untuk menyapa mereka yang
kurang beruntung ini dan berbagi apa yang kita punyai.
Ini tidak sulit misalnya dengan berani makan seperlunya dan tidak
menyai-nyiakan apa yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Kalau berkelebihan ingatlah mereka yang terlupakan, dan kalau makan
tidak habis ingatlah pula yang tidak bisa makan karena kemiskinan.
Kita tidak bisa makan karena makanan berlimpah dan kita tidak sanggup
menyantapnya namun mereka yang miskin dan tidak beruntung tidak bisa
makan karena menang tidak ada yang dimakan.
Jadi kalau ada kelebihan dalam keluarga apapun itu, bukalah pintu rumah
dan bukalah gerbang serta tunggulah mengkin ada orang lewat yang perlu
sapaan dan mungkin memerlukan makanan.
Jangan dibuang apa yang ada namun berikan kepada yang membutuhkan.
saya yakin banyak orang yang tidak beruntung di sekitar kita dan banyak
yang berkeliaran mengelilingi kita, hanya kadang kita yang enggan
melihat mereka.


Sekali lagi bukalah sedikit saja selubung kehidupan Anda agar mata bisa
lebih jelas melihat orang kecil disekitar kita.
Mereka itu adalah indah dan mutiara kalau telah bisa bergaul dengan
mereka.
Kehadiran mereka akan menjadi penjaga hidup kita.
Yakinlah kalau sedikit saja kita mau membuka pintu dan memberikan yang
kita punyai pada orang yang kurang beruntung dalam kehidpan ini maka
merekalah yang akan menjadi penjaga seluruh isi rumah dan hidup kita.

Sekali lagi mari berbagi dari apa yang bisa dibagikan.
Jangan dibuang.
Ingatlah mereka yang belum bisa menikmati hidup ini secara penuh.
Tuhan telah membuka hatiNya dan memberikan apa yang dipunyaiNya termasuk
pakianNya serta hatiNya dengan tergantung telanjang dikayu salib.
Ini adalah ajakan untuk membuka sedikit saja hati kita bagi orang lain
dan memberikan kepada yang kurang beruntung.
Semoga semangat penyerahan Tuhan dengan berbagi hidupNya ada dalam
hidup kita sehingga banyak kehidupan semakin terjaga dan lebih lama
tinggal dibumi ini.

Hormat penuh berkat dari orang kecil ini.
petrusp.
Untuk bergabung kirimkan email kosong ke:
rohani-subscribe@yahoogroups.com

* Harta rohani - jika dibagikan justru kita semakin diperkaya karenanya.
 
posted by Imelda at 11:54 AM | 0 comments
Friday, October 14, 2005
* jangan pernah mencintai karena uang. Anda tak tahu kapan hari terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan anda.



*Catatan: ini adalah kisah nyata



* Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan waktu selamanya, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju" "Natal benar2 semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap aku bisa berbaring, tidur, dan hanya terjaga setelahnya" Walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan, dan di sana aku mulai mengutuki harga-harga, berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.



* Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki2 berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di dekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?'

Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang.' Kemudian Perempuan itu meminta anak itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki2 itu masih menggenggam boneka itu di tangannya.



* Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia ingin memberikan boneka itu.'Ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada Natal ini. Ia yakin Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya' Aku menjawab mungkin Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan sedih 'Tidak, Santa Claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat dimana adikku berada saat ini.

Aku harus memberikan boneka ini kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama sampai di sana.' Mata anak laki2 itu begitu sedih ketika mengatakan ini 'Adikku sudah pergi kepada Tuhan.

Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku.' Jantungku

seakan terhenti.



* Anak laki2 itu memandangku dan berkata: 'Aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu hingga aku pulang dari supermarket.' Kemudian ia menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: 'Aku juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku.'

Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam.



* Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa lembar uang dan berkata kepada anak itu. 'Bagaimana jika kita periksa lagi, kalau2 uangmu cukup?' 'Ok' katanya. 'Kuharap punyaku cukup.' Kutambahkan uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: 'Terima Kasih Tuhan karena memberiku cukup uang' Kemudian ia memandangku dan menambahkan: 'Kemarin sebelum tidur aku memohon kepada Tuhan untuk memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan aku. Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih.' 'Kau tahu, mamaku suka mawar putih'



* Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus anak itu dari pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran lokal 2 hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus m encabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak laki2 ini?



* 2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran

bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang2 untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan. Wanita itu di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu ditempatkan di atas dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah berubah selamanya.

Cinta yang dimiliki anak laki2 itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk dibayangkan. Dalam sekejap mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.





FRIENDS ARE LIKE ANGELS,

WHO HELP US FLY WHEN OUR WINGS HAVE FORGOTTEN HOW TO FLY
 
posted by Imelda at 12:22 PM | 0 comments
Friday, October 07, 2005
Penantian Sang Ayah
Tersebutlah seorang ayah yang mempunyai anak. Ayah ini sangat menyayangi anaknya. Di suatu weekend, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seat beltnya karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.
Benar saja, di sebuah tikungan, sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah. Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.
Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat 'hangat' tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.
Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya. Si anak sangat marah, namun sang ayah hanya bisa menghela nafas. Komunikasinya terbatas. Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin yang tajam itu sudah berkarat., namun apa daya si anak tidak dapat mendengar, hanya dapat merasakan. Ia hanya bisa berharap anaknya sepenuhnya percaya kalau papanya hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya.
Saat-saat paling bahagia si ayah adalah saat dia mendengar anaknya mengutarakan perasaannya, isi hatinya. Saat anaknya mendiamkan dia, dia merasa tersiksa, namun ia senantiasa berada disamping anaknya, setia menjaganya. Dia hanya bisa berdoa dan berharap, kalau suatu saat Tuhan boleh memberi mujizat. Setiap hari jam 4 pagi, dia bangun untuk mendoakan kesembuhan anaknya. Setiap hari.
Beberapa tahun berlalu. Di suatu pagi yang cerah, sayup-sayup bunyi kicauan burung membangunkan si anak. Ternyata pendengarannya pulih! Anak itu berteriak kegirangan, sampai mengejutkan si ayah yg tertidur di sampingnya. Kemudian disusul oleh pengelihatannya. Ternyata Tuhan telah mengabulkan doa sang ayah. Melihat rambut ayahnya yang telah memutih dan tangan sang ayah yg telah mengeras penuh luka, si anak memeluk erat sang ayah, sambil berkata. "Ayah, terima kasih ya, selama ini engkau telah setia menjagaku."
Sahabatku, terkadang seperti Anak itulah Tingkah kita. Terkadang kita Buta dan Tuli, tidak mau sedikitpun mendengar dan melihat sekeliling kita. Tapi Tuhan sebagai AYAH YANG BAIK dan SETIA pada Kita. Dia selalu dengan Sabar Menuntun dan Menolong Kita
 
posted by Imelda at 11:46 PM | 0 comments
Wednesday, October 05, 2005
Beberapa tahun yang lalu, sekelompok salesman menghadiri pertemuan sales di Chicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri mereka bahwa mereka akan mempunyai cukup waktu untuk makan malam bersama di rumah pada hari Jumat.

Namun, manager sales menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang diperkirakan dan pertemuan berakhir lebih lambat daripada yang telah dijadwalkan.
Akibatnya, dengan tiket pesawat dan tas mereka di tangan, mereka berlari menerobos pintu airport, tergesa-gesa, mengejar penerbangan mereka pulang.

Ketika mereka sedang berlari-lari, salah satu dari para salesman ini tidak sengaja menendang sebuah meja yang digunakan untuk menjual apel. Dan apel-apel itu beterbangan.

Tanpa berhenti atau menoleh ke belakang, mereka semua akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dalam detik-detik terakhir pesawat itu tinggal landas.
Semua,kecuali seorang. Dia berhenti,menghela napas panjang,bergumul dengan perasaannya lalu tiba-tiba rasa kasihan menyelimuti dirinya untuk gadis yang menjual apel. Ia berkata kepada rekan-rekannya untuk pergi tanpa dirinya, melambaikan tangan, meminta salah satu temannya menelpon istrinya ketika mereka sampai di tempat tujuan untuk untuk memberitahukan bahwa ia
akan meng ambil penerbangan yang berikutnya. Kemudian,
ia kembali ke pintu terminal yang berceceran dengan banyak sekali buah apel di lantai.

Salesman ini merasa lega ketika ia tiba disana. Gadis yang berumur 16 tahun ini buta! Gadis tersebut sedang menangis sesegukan, air matanya mengalir turun di pipinya, dan gadis itu sedang berusaha untuk meraih buah-buah apel yang bertebaran diantara kerumunan
orang-orang yang bersliweran disekitarnya, tanpa seorangpun berhenti, ataupun cukup peduli untuk membantunya.

Salesman itu berlutut di lantai disampingnya, mengumpulkan apel-apel tersebut, menaruhnya kembali kedalam keranjang dan membantu memajangnya dimeja seperti semula. Se ketika itu, ia menyadari bahwa
banyak dari apel-apel itu rusak, dan ia mengesampingkan apel yang rusak kedalam keranjang yang lain. Setelah selesai, pria ini mengeluarkan uang dari dompetnya dan berkata kepada si gadis penjual, "Ini, ambillah $20 untuk semua kerusakan ini. Apakah
kau tidak apa-apa?"
Gadis itu mengangguk, masih berlinang air mata. Pria itu melanjutkan dengan berkata, "Saya harap kita tidak merusak harimu begitu parah"
Ketika pria ini mulai beranjak pergi, gadis penjual yang buta ini memanggilnya, "Tuan..."
Pria ini berhenti, dan menoleh ke belakang untuk menatap kedua matanya yang buta. Gadis ini melanjutkan, "Apakah engkau Yesus?"
Ia terpana. Kemudian, dengan langkah yang lambat ia berjalan masuk mengejar penerbangan berikutnya. Dan pertanyaan itu terus menerus berbicara d idalam hatinya, "Apakah kau Yesus?"
Apakah orang-orang mengira engkau Yesus? Bukankah itu tujuan hidup kita? Untuk menjadi serupa dengan Yesus sehingga orang-orang tidak dapat melihat perbedaannya ketika kita hidup dan
berinteraksi didalam dunia yang buta dan tidak mampu melihat kasih,anugrah dan kehidupanNya. Jika kita mengakui bahwa kita mengenal Dia, kita harus hidup, berjalan, dan bertindak seperti Yesus.

Mengenal Yesus adalah lebih dalam daripada hanya sekadar mengutip kata-kata dari Alkitab dan pergi beribadah di gereja. Mengenal Yesus adalah menghidupi FirmanNya hari demi hari.
 
posted by Imelda at 11:42 PM | 0 comments
Thursday, September 29, 2005
Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mecedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.

Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendi rian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata " saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan.

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita itu untuk memperbaiki yang rusak.

Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.


Wanita itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.
Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti Tuhan pasti
akan membalas amal perbuatanya.
Ia berkata kepada wanita itu " B ila ia benar-benar ingin membalas jasanya, maka apabila suatu saat nanti apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut "...dan ingatlah pada saya".

Bryan menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari
pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan

Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas diatas meja dan uang $1000. Ia
begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita itu:

"Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:

"Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang".

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang di tulis oleh wanita itu.

Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang
untuk menanti kelahiran bayinya?

Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik :"semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan"

Moral dari kisah di atas :
"Segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar", therefore, don't ever to stop to do good things in your life........
 
posted by Imelda at 10:53 AM | 0 comments
Monday, September 26, 2005
terima kasih Tuhan karena engkau telah beri kesempatan untuk berbicara dengan adikku hari sabtu lalu. I know he has his own problems. Please help him. I love him very much it hurts when I know that he is unhappy.
Terima kasih karena engkau telah memberikan suami yang baik, anak yang baik...terlebih dari itu orang tua yang begitu baik. I missed them already.
Oh ya Tuhan tolong temanku JN dan QQ di belanda yang sedang punya masalah. Untuk QQ semoga dia masih bisa melewati hari-hari dengan ayahnya yang sedang menderita kanker.

there is a readings i received from JN :

Interview with God
The other night, I dreamed I had an interview with God.
"Come in"said God." so you would like to interview me?
"If you have the time",I said.
God smiled and said:"why time is eternity and is enough to do everything; what questions do you have in mind to ask me?
"What surprises you the most about mankind? I asked Him.
God answered:
That they get bored of being children,are in a rush to grow up,and then long to be children again.
That they lose their health to make money and then lose their money to restore their health.
That by thinking anxiously about the future,they forgot the present,such that they live neither for the present nor the future.
That they live as if they will never die,and they die as if they had never lived......
I then asked:Äs a parent,what are some of the life' important lessons that you would want humans,your children,to learn and remember??
God replied with a smile:
To learn that they cannot make anyone love them.What they can do is to let themselves be loved.
To learn that what is most valuable is not what they have in their lives,but who they have in their lives.
To learn that it is not good to compare themselves to others.All will be judged individually on their own merits,not as a group on a comparison basis!
To learn that a rich person is not the one who has the most,but is one who needs the least.
To learn that it only takes a few seconds to open profound wounds onto the persons we love,and that it takes many years to heal them-if at all.
To learn to forgive by practicing forgiveness
To learn that there are persons that love them dearly,but simply do not know how to express or show their feelings;that does not make their love any less precious.
 
posted by Imelda at 3:22 PM | 0 comments
Tuesday, September 20, 2005
adikku.... aku bisa merasakan pedihnya hatimu.
Sia-sia waktu mu untuk bertahan. Dari kesepian, dari omongan orang, dari pertanyaan orang.
dari tuntutan buah hatimu....
apalagi kamu dituntut menunjukkan 'strongness'.
padahal hatimu saat ini tercerai berai.
God please help my sister.
 
posted by Imelda at 8:02 PM | 0 comments