Thursday, November 23, 2006
Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9 Sept
2006 yang lalu di MetroTV ?
Pada acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5
tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu,
manis,secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku
seperti anak-anak seusianya pada umumnya.
Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan
sejak lahir yang sangat langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak
memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya.
Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang
suhu badannya yang menghangat.
Penyakit bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui
(kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal, dan
tidak menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar.
Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu,
barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.

Pernah suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat
kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit
jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tidak tetap
tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit.
Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua
giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai pencegahan agar dia tidak sampai
mengunyah lidahnya sendiri karena akan dianggap sebagai permen karet!!
Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat 'perhatian dan pengawasan extra' dari seluruh anggota keluarganya (kedua orang
tuanya dan sang kakak). Karena dia telah kehilangan sensitifitas akan adanya bahayabahaya yang bisa menimpanya, hingga kini.
Karena itu bersyukurlah karena kita masih diberikan rasa sakit
oleh Tuhan,walaupun kita seringkali mengeluh karena rasa sakit tersebut.
 
posted by imelda at 10:45 AM | 0 comments
Teman – teman,

Diambil dari kisah nyata ..

Cerita di bawah ini mengingatkan kita

untuk mencintai murni dan lebih dalam kepada Tuhan

Ada seorang bocah kelas 4 SD di Milaor Camarine Sur,Filipina

Yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yg bebatuan

Dan selalu menyebrangi jalan raya yg berbahaya

di mana banyak kendaraan melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut,

bocah ini mampir sebentar ke gereja tiap pagi

hanya untuk untuk menyapa Tuhan,Sahabatnya.

Tindakan ini selama ini di amati oleh seorang pendeta yg merasa terharu

Menjumpai sikap bocah yg lugu dan beriman tersebut.

"bagaimana khabarmu Andy,apakah kamu akan ke sekolah?"

"ya,Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyuman yg menyetuh hati
pendeta tersebut

dia begitu memperhatikan keselamatan Andy,sehingga suatu hari dia
berkata

"Jangan menyebrangi jalan raya sendirian,setiap kali pulang sekolah,

kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang dgn
selamat"

"Terima kasih, Bapa Pendeta"

"kenapa kamu tidak pulang sekarang?"

"aku ingin menyapa Tuhan,Sahabatku"

dan pendeta tersebut meninggalkan Andy

untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri,

tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan

apa yg di bicarakan Andy kepada Bapa di sorga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini buruk sekali

tetapi aku tidak mencontek walau temanku melakukannya.

Aku makan satu kue dan minum airku, ayahku mengalami musim paceklik

dan yang bisa kumakan hanya kue ini. Terima kasih buat kue ini,Tuhan!

Tadi aku melihat anak kucing malang yg kelaparan

Dan aku memberikan kueku yg terakhir buatnya..

Lucunya,aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yg terakhir, aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu
minggu depan

Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa...

Paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berkata bahwa kami akan mengalami musim panen yg susah bulan
ini.

Bahkan beberapa temanku sudah berhenti dari sekolah,

Tolong bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi,Tolong Tuhan...

Oh ya, Engkau tahu bahwa ibuku memukul aku lagi,ini memang menyakitkan

Tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih mempunyai
seorang ibu

Tuhan, Engkau mau melihat lukaku ?? aku tahu Engkau dapat
menyembuhkannya

Disini... disini… aku rasa Engkau tahu yg ini kan...??

tolong jangan marahi ibuku ya!!

Dia hanya sedang lelah dan khawatir akan kebutuhan makan dan biaya
sekolahku

Itulah mengapa dia memukul aku.

Oh,Tuhan.. aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini.

Ada seorang gadis yg sangat cantik sekali di kelasku,.. namanya Anita.

Menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??

Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku

Karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu,

Engkau adalah Sahabatku.

Hei… Ulang tahunMu tinggal dua hari lagi !! apakah Engkau
gembira..??

Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu, tapi ini
kejutan.

Aku berharap Engkau menyukainya. .

Oooppsss... aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta.

"Bapa Pendeta.. Bapa Pendeta.. aku sudah selesai berbicara dengan
Sahabatku,

anda bisa menemaniku menyebrangi jalan sekarang"

kejadian tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen
sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaatnya di Gerejanya setiap
hari minggu

Karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yg murni kepada
Tuhan...

Suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, pendeta Agaton jatuh sakit, sehingga tidak bisa
memimpin gereja

Dan di rawat di rumah sakit, gereja tersebut di serahkan kepada 4 wanita
tua

Yg tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan yg orang lain perbuat.

Mereka juga mengutuki orang yg menyinggung mereka.

Ketika 4 wanita itu sedang berdoa, Andy tiba di Gereja tersebut

usai menghadiri Pesta Natal di sekolahnya.

Dan menyapa " Hallo Tuhan… ini aku"

"kurang ajar kamu,bocah!!

Tidahkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa??

Keluar ,kamu....!!"

Andy begitu terkejut "dimana Bapa Pendeta Agaton?

Dia seharusnya membantuku menyebrangi jalan raya...

dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja.

Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus,

karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah
untukNya.... "

ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya,

seorang dari ke-empat wanita itu menarik kerahnya dan mendorong keluar
Gereja

"...keluar kamu bocah!! "

Andy tidak punya pilihan lain kecuali pergi

Sendirian menyebangi jalan raya yg berbahaya tersebut di depan Gereja,

ketika dia menyebrang. Tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang

- di situ ada tikungan yg tidak terlihat pandangan.

Karena sibuk Andy melindungi hadiah kedalam saku bajunya,

sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut,

waktunya hanya sedikit untuk menghindar…

Dan Andypun tewas seketika....

orang-orang di sekitar berlarian

dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yg sudah tidak bernyawa
lagi.

Tiba-tiba,

entah muncul darimana ada Seorang berjubah putih dgn wajah yg halus dan
lembut.

Namun dengan penuh airmata datang dan memeluk Andy, Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya...

"maaf tuan, apakah anda keluarga dari bocah yg malang ini..??

apakah anda mengenalnya. .??"

tetapi Pria tersebut dengan hati yg berduka karena penderitaan yg dalam
berkata

"dia adalah sahabatKu" hanya itulah yg dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku Andy dan menaruh di
dadaNya.

Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut,

kemudian keduanya menghilang.

Orang-orang yg ada di sekitar semakin penasaran dan takjub...

Di malam Natal, Pendeta Aragon menerima berita yg sangat mengejutkan
tersebut.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius
tersebut.

Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

"bagaimana anda mengetahui putera anda telah meninggal..? ?"

"seorang pria berjubah putih yg membawanya kemari" ucap ibu Andy
terisak.

"apa katanya…??"

ayah Andy berkata

"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun, Dia sangat berduka

kami tidak mengenalNya namun Dia terlihat sangat sedih atas meninggalnya
Andy,

sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan sangat baik,

tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk di jelaskan mengenai diriNya.

Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut, Dia menyibakan rambut
Andy

Dan memberikan kecupan di keningnya, kemudian Dia membisikan sesuatu
…"

"apa yang di katakanNya…?? "

"Dia berkata kepada puteraku…" ujar sang ayah

"terima kasih buat kadonya, Aku akan berjumpa denganmu,engkau akan
bersamaKu"

dan sang ayah melanjutkan

"anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah...

aku menangis tetapi aku tidak tahu mengapa bisa demikian..

yang aku tahu aku menangis karena bahagia…

aku tidak dapat menjelaskanya Bapa Pendeta,

tetapi ketika Dia meninggalkan kami,

ada suatu kedamaian yg memenuhi hati kami,

aku merasakan kasihNya begitu dalam di hatiku…

aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku…

aku tahu, puteraku sudah berada di surga sekarang!!

Tapi tolong Bapa Pendeta…

siapakah Pria ini yg selalu bicara dengan puteraku di Gerejamu..??

anda seharusnya mengetahui karena anda selalu disana setiap hari,

kecuali pada saat anakku meninggal"

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya,

dengan lutut gemetar dia berbisik

" Andy tidak pernah bicara dengan siapa-siapa…. kecuali dengan
Tuhan,Sahabatnya"

Amsal 17:17

"seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,

dan menjadi seorang saudara di dalam kesukaran"

original message from :

Thyuniar

J God Bless U
 
posted by imelda at 10:42 AM | 0 comments